Tito pun menilai ada isu yang sengaja dihembuskan untuk menggiring opini bahwa seolah-olah Polri dan TNI tidak kompak dalam menangani kerusuhan pasca aksi demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019 di depan Gedung Bawaslu RI.
Tito menegaskan, isu tersebut tidak benar. Menurut dia, TNI Polri solid menjaga keamanan dalam negeri.
"TNI solid mendukung tugas Polri terkait penanganan perusuh. TNI back up penuh dengan menempatkan prajuritnya di titik-titik kerusuhan, di KPU, Bawaslu, Gedung DPR dan Istana," paparnya.
Perlu diketahui sebelumnya, korban meninggal dunia dalam Aksi 22 Mei berjumlah enam orang, dan 200 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban dibawa ke RSUD Tarakan, Pelni, Budi Kemuliaan, dan RSCM.