nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Bentuk Tim Investigasi untuk Pastikan Korban Tewas Kerusuhan Aksi 21-22 Mei

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 17:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059583 kapolri-bentuk-tim-investigasi-untuk-pastikan-korban-tewas-kerusuhan-aksi-21-22-mei-wJ30SSX2NP.jpg Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen M Iqbal (foto: Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jendral Tito Karnavian telah membentuk tim investigasi guna mengetahui penyebab tewasnya para korban dalam kerusuhan aksi 21-22 Mei yang menolak hasil Pilpres 2019.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal mengatakan, sebanyak tujuh orang tewas dalam kerusuhan aksi 21-22 Mei. Angka itu, lanjut dia, masih bisa terus bertambah. Tim investigasi ini akan dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Moechgiyarto.

Baca Juga: Polri: Perusuh Aksi 22 Mei Terafiliasi dengan Kelompok ISIS 

Situasi Sudah Kondusif, Polisi Tetap Berjaga di Sekitar Gedung Bawaslu

"Bapak Kapolri sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Irwasum Polri untuk mengetahui apa penyebabnya dan semua aspek," kata Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Iqbal menerangkan, salah satu korban yang tewas dalam aksi 21-22 Mei itu berasal dari massa perusuh. Polisi telah memetakan dua kelompok massa perusuh yang bertujuan untuk menunggangi aksi demonstrasi agar chaos.

"Bahwa yang meninggal dunia adalah massa perusuh, bukan massa yang sedang berjualan, massa yang sedang beribadah. Bapak Kapolri membentuk tim yang diduga dari massa perusuh ini," terangnya.

Mantan Kapolres Jakut itu memastikan bahwa aparat keamanan dari TNI-Polri yang bertugas mengamankan jalannya aksi demonstrasi 21-22 Mei tidak ada yang dilengkapi dengan peluru tajam.

Dia juga membenarkan, adanya massa perusuh yang melakukan perusakan dan membakar mobil dinas milik Komandan Batalion Brimob. Dalam mobil itu, kata dia, terdapat peluru tajam.

"Tapi tidak dibagikan kepada personel keamanan. Kita menangani tahapan unjuk rasa, yang dikedepankan persuasif, humanis. Prinsipnya adalah Polri dalam unjuk rasa adalah proporsional," ujarnya.

Baca Juga: 98 Perusuh Aksi 22 Mei di Pontianak Positif Gunakan Narkoba


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini