nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar dari Bentrok Aksi 21-22 Mei, Mentalitas Berdemokrasi Harus Diperbaiki

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 19:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059630 belajar-dari-bentrok-aksi-21-22-mei-mentalitas-berdemokrasi-harus-diperbaiki-CnUhr42UjW.jpg Aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu (foto: Okezone)

JAKARTA - Mentalitas dalam berdemokrasi harus diperbaki, sehingga insiden aksi di depan Gedung Bawaslu dan sekitarnya pada 21-22 Mei 2019 yang sampai menelan korban jiwa tidak kembali terjadi.

Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung mengatakan, mentalitas tidak mau menerima kekalahan dapat merusak demokrasi di Indonesia.

“Mentalitas seperti itu harus diberantas, jangan sampai menjadi tradisi demokrasi di Indonesia, kalau kalah lalu rusuh,” kata dia, Kamis (23/5/2019).

Kericuhan Aksi 22 Mei

(Baca Juga: Pasca-Aksi 21-22 Mei, PBNU: Mari Rajut Kembali Persatuan & Kesatuan Bangsa)

Martin menjelaskan, apa yang saat ini terjadi bukanlah perseteruan elite. Sebab, adanya dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 akan digugat oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi.

“Jadi, ini bukan perseteruan elite, itu framing yang keliru. Ini soal pendewasaan demokrasi,” ujarnya.

Karena itu, Partai NasDem mendukung sikap tegas Presiden Joko Widodo yang tidak memberikan ruang kepada perusuh.

“Karena itu, kita dukung sikap Presiden yang tidak mau memberi ruang kepada para perusuh. Kita dukung juga Polri dan TNI menjalankan tugas negara dengan baik,” tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini