nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertangkap Bawa Ganja & Sabu, 4 Kurir Bakal Lebaran di Lapas

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 22:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 23 340 2059675 tertangkap-bawa-ganja-sabu-4-kurir-bakal-lebaran-di-lapas-VugPz0pPCA.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Diimingi-imingi uang senilai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, empat kurir narkoba ini nekat membawa ganja dan sabu dibeberapa wilayah yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), kini empat orang kurir diantaranya perempuan mendekam di penjara dan diperkirakan lebaran nanti di lapas.

Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirnarkoba) Polda Sumbar, AKBP Rudy Yulianto menjelaskan empat kurir narkoba ini ditangkap di lokasi berbeda dalam satu minggu ini.

“Untuk menghilangkan jejak modus yang dipakai bandar atau sumber narkoba ini hanya janjian kemudian meletakkan disuatu tempat untuk diambil, jadi tidak bertemu sehingga kurir ini tidak mengetahui siapa pelakunya, namun kita dari kepolisian tidak bisa dibohongi begitu saja,” kata Rudy di Mapolda Sumbar, Kamis (23/5/2019).

Untuk kasus pertama, petugas menangkap MAR (34) warga Saimpang Anduring, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Tersangka ini ditangkap pada Minggu (12/5) sekira pukul 22.00 WIB di sebuah rumah jalan By Pass Tanjung Sabam Buah Manggis, RT 002 RW 002, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) Kota Padang.

“Dari tersangka ini kedapatan menyimpan narkoba jenis ganja dalam ember warna abu-abu dengan berat 16 kilogram, kemudian satu ransel warna hitam, satu ponsel warna hitam dan satu ember besar warna abu-abu sebagai tempat ganja tersebut,” ungkapnya.

 sabu

Dari keterangan tersangka ganja tersebut didapat dari daerah Penyabungan yang berbatasan Sumbar dan Sumatera Utara.

“Jadi diduga ganja ini dari Sumatera Utara. Tersangka ini bekerja sebagai sopir,” ucapnya.

Kasus berikutnya adalah S (36) warga Jorong Jambak Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Kata Rudy, tersangka ini diciduk Rabu (15/5) pukul 15.00 WIB di Balerong Panjang, jorong Sungai Cubadak, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso. Dari tanga tersangka ini disita 14 paket sabu dalam platik bening dengan berat bersih 2,25 gram.

“Kita menangkap tersangka ini buy undercover dengan cara menyamar sebagai pembeli, saat transaksi diadakan ditulah kita menangkap tersangka ini,” paparnya.

 penangkapan

Kemudian tersangka berikutnya adalah N (32) seorang perempuan beralamat di Jaalan Sutan Syahrir, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittingi. Tersangka ini ditangkap Rabu (15/5) pukul 21.30 WIB di jembatan Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman dalam mobil travel. Barang bukti yang diamankan itu sabu satu paket 45,53 gram.

“Awalnya tim kita mendapat informasi ada seorang perempuan dari Padang menuju ke Bukitting, informasi ini sudah kita dapatkan saat tersangka dari Bukittingi ke Padang. Kita terus membututi tersangka sampai bali ke Bukittinggi, saat diperiksa dalam travel tersebut kita mendapatkan tersangka, namun barang bukti disimpan dalam sepatunya sebelah kanan. Sabu itu disimpan dalam plastik warna bening kemudian dibungkus lagi dengan tisu warna biru,” terangnya.

Kasus terakhir adalah BJA (28) bekerja sebagai sopir dan tinggal Pasar Mudik, Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Dibeku di Parkiran Rumah Makan Wan Lubuk Bangku, Jorong air Putih, Nagari Sarik Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Tersangka ini dibekuk pada Jumat (17/5) sekira pukul 01.40 WIB, besar kemungkinan usai persiapan makan sahur dan akan melanjutkan perjalanan menuju tempatnya,” katanya.

Barang bukti yang berhasil disita adalah 1 ons sabu, dua unit ponsel. Kata Rudy, sabu ini didapat di jalan Garuda Sakti, Riau.

“Jadi sabu ini diletakkan di daerah tersebut kemudian bandar menyuruh kurir ini menjemputnya, bandar dan kurir tidak bertatap muka,” katanya.

Semua tersangka ini diancam hukuman penjara paling minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, mereka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 Ayat 1 dan 2.

“Mereka mau jadi kurir ini setelah diimingi uang kurir mulai dari Rp2 juta sampai R2,5 juta. Kita terus mendalami sumber barang haram ini,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini