nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengedar 63 Gram Sabu asal Bali Divonis 11 Tahun Penjara

Antara, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 07:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 244 2061628 pengedar-63-gram-sabu-asal-bali-divonis-11-tahun-penjara-1forsCIHQU.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

DENPASAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menjatuhi vonis kepada terdakwa I Putu Adi Sastrawan selama 11 tahun kurungan penjara. Dia dinyatakan bersalah telah mengedarkan 63,58 gram narkoba jenis sabu dan 94 butir pil ekstasi.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun, dan denda Rp1 miliar subsidair empat bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim PN Denpasar, I Made Pasek, sebagaimana diwartakan, Antaranews, Rabu (29/5/2019).

Hakim memandanh bahwa terdakwa telah terbukti bersalah dengan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan vonis yang diberikan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gede Arthana yang sebelumnya menuntut dengan pidana penjara 15 tahun, dan denda Rp1 miliar dengan subsidair enam bulan penjara.

Sabu-Sabu

Kasus ini berawal saat terdakwa dihubungi untuk diminta membawa sebuah paket oleh seseorang berinisial GS yang berisikan narkotika jenis sabu, berupa kotak makanan di sekitar Jalan Mertanadi seberat 30 gram yang dipecah menjadi 10 paket.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyebut bahwa untuk hasil pecahan tersebut, memasukkannya ke dalam bungkus rokok, dan diletakkan pada tas pinggang, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam kantung kresek hitam.

Tak hanya penemuan barang bukti sabu, polisi juga menemukan barang bukti lainnya yakni pil ekstasi sebanyak 94 butir di rumah terdakwa yang beralamat di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara. Selain itu, petugas juga menemukan alat isap sabu (bong) dan timbangan elektrik saat menggeledah kamar terdakwa.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini