TKN Minta BPN Tidak Mendramatisasi Ancaman terhadap Saksi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 09:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 16 605 2066955 tkn-minta-bpn-tidak-mendramatisasi-ancaman-terhadap-saksi-1KgLcH7jUo.jpg Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga tidak mendramatisir ancaman terhadap saksi. Sebab, saksi dilindungi dan dijamin Undang-Undang (UU).

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq setelah BPN meminta perlindungan 30 saksi yang akan hadir ke Mahkamah Konstitusi (MK) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Perlindungan terhadap saksi itu menjadi hak dan dijamin oleh undang-undang. Silahkan saja bila diperlukan. Yang penting jangan didramatisasi kalau ini ada ancaman, suasana mencekam," kata Rofiq kepada Okezone, Minggu (16/6/2019).

Sidang Gugatan Pilpres di MK

 (Baca juga: Beredar Ajakan Aksi Massa di MK, BPN: Dipastikan Itu Hoaks)

(Baca juga: BPN Permasalahkan Kenaikan Gaji PNS, TKN: Faktanya Banyak ASN Milih Mereka)

Menurut Rofiq perlindungan terhadap 30 saksi yang akan dihadirkan BPN ke MK tidak terlalu diperlukan. Sebab, TKN melihat tidak ada ancaman dan teror terhadap BPN hingga saat ini.

"Saya lihat perlindungan itu tidak begitu diperlukan mengingat ancaman, teror dan lain-lain tidak ada sama sekali. Saya lihat semua kondusif dan saling menghormati satu sama lain. Tidak ada tekanan dan ancaman," terangnya.

Sebelumnya, tim hukum BPN menyebut ada 30 saksi yang akan dihadirkan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). BPN meminta LPSK untuk menjamin keselamatan 30 saksinya tersebut.

Sidang Gugatan Pilpres di MK

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini