nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vietnam Minta Bantuan Ilmuwan Rusia untuk Awetkan Jasad Ho Chi Minh

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 16:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 20 18 2068798 vietnam-minta-bantuan-ilmuwan-rusia-untuk-awetkan-jasad-ho-chin-minh-xInwMrInDS.jpg Foto: Reuters.

HANOI – Vietnam telah membentuk sebuah tim khusus, beranggotakan para ahli, termasuk empat ilmuwan Rusia, untuk membantu mengawetkan jasad Ho Chi Minh, mantan pemimpin sekaligus pendiri negara komunis itu.

Berdasarkan salinan tertulis dari keputusan resmi yang didapatkan Reuters, pemerintah Vietnam telah membentuk sebuah dewan khusus untuk menilai kondisi jasad Ho yang semakin menua. Jasad tersebut pertama kali dibalsam hampir 50 tahun yang lalu.

Tim khusus tersebut akan mulai bekerja bulan depan.

“Dewan tersebut bertugas mengusulkan rencana dan langkah-langkah ilmiah untuk menjaga dan melindungi keamanan mutlak jasad Ketua Ho Chi Minh untuk jangka panjang,” demikian tertulis dalam keputusan itu sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (20/6/2019).

Beberapa negara di seluruh dunia, termasuk China, Korea Utara dan Vietnam, telah membalsam jasad para pemimpin dan pendiri mereka berkat bantuan dari "Lenin Lab" Uni Soviet, yang memajang tubuh Vladimir Lenin yang dibalsamkan di Moskow tak lama setelah kematiannya pada 1924.

Jasad-jasad itu membutuhkan perawatan rutin dan mahal serta sesekali pembalsaman ulang. Keputusan resmi itu tidak menguraikan kondisi jasad Ho Chi Minh.

Mendiang pemimpin, yang dikenal sebagai "Paman Ho" di Vietnam itu, diawetkan di sebuah makam besar yang dibangun Soviet di Ibu Kota, Hanoi. Jasadnya ditampilkan di dalam dalam peti mati kaca di bagian dalam mausoleum yang gelap.

Mausoleum itu mengundang ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menempatkan karangan bunga di luar mausoleum pada Maret lalu setelah selesai melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ho Chi Minh meninggal pada September 1969.

Setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, Rusia mulai menagih Vietnam untuk pasokan campuran kimia unik yang diperlukan untuk membalsam Ho. Pada 2003, Vietnam meminta Rusia untuk memindahkan produksi campuran kimia itu negaranya dan mengirim para ilmuwan ke Moskow untuk mempelajari rahasia Lenin Lab.

"Pada mulanya, para ahli Rusia memproduksi bahan kimia secara diam-diam, tanpa memberi tahu kami," kata Cao Dinh Kiem, seorang pejabat di museum kepada media pemerintah pada April.

"Ketika mereka selesai, pekerja Vietnam ditugaskan untuk membersihkan situs, dan kami mendapat kesempatan untuk mempelajari kain kasa dan cairan yang tersisa."

Para ilmuwan Vietnam kini telah menguasai seni mumifikasi, tetapi para ilmuwan Rusia masih secara rutin dipanggil untuk membantu pemeliharaan jasad tahunan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini