Gagalkan Upaya Kudeta, Pimpinan Angkatan Bersenjata Ethiopia Tewas Dibunuh Pengawalnya

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Juni 2019 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 24 18 2070147 gagalkan-upaya-kudeta-pimpinan-angkatan-bersenjata-ethiopia-tewas-dibunuh-pengawalnya-WtVVF0dSgD.jpg Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed mengumumkan adanya upaya kudeta itu di televisi. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ethiopia, Jenderal Seare Mekonnen dilaporkan ditembak mati oleh pengawalnya di Ibu Kota Addis Ababa. Pembunuhan terhadap Jenderal Seare diduga berkaitan dengan upaya kudeta yang terjadi di salah satu wilayah Ethiopia.

Kantor pers perdana menteri melaporkan bahwa Jenderal Seare terbunuh pada Sabtu malam di kediamannya bersama dengan jenderal lainnya, Gezai Abera, oleh pengawal yang kini ditahan. Perdana Menteri Abiy Ahmed mengatakan kedua perwira itu tewas saat mencegah upaya kudeta terhadap pemerintah di Amhara, utara Ethiopia.

Di Amhara sendiri, Gubernur Regional Ambachew Mekonnen terbunuh bersama seorang penasihatnya. Demikian diwartakan BBC, Senin (24/6/2019).

Pemerintah mengatakan situasinya terkendali setelah penangkapan dilakukan.

Kantor perdana menteri menuduh kepala keamanan regional Amhara, Brigadir Jenderal Asaminew Tsige, merencanakan upaya kudeta. Tidak jelas apakah dia telah ditangkap.

Perdana menteri telah tampil di TV untuk mendesak rakyat Ethiopia agar bersatu di hadapan pasukan "jahat" yang berencana memecah belah negara.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan stafnya di Addis Ababa untuk tidak keluar.

Kekerasan etnis telah melanda Amhara dan bagian lain Ethiopia dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak terpilih tahun lalu, Abiy telah bergerak untuk mengakhiri penindasan politik dengan membebaskan tahanan politik, menghapus larangan partai politik dan menuntut pejabat yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Ethiopia, yang merupakan negara merdeka tertua di Afrika,juga merupakan negara dengan populasi terpadat kedua di benua itu, setelah Nigeria, dengan 102,5 juta penduduk dari lebih dari 80 kelompok etnis berbeda.

Menjadi salah satu pusat penghubung perjalanan udara jarak jauh, Ethiopia memiliki ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Namun, banyak warga muda negara itu yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menganggur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini