nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Pelajar Australia Ditahan di Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 18 2071523 seorang-pelajar-australia-ditahan-di-korea-utara-juVgyMyU5k.jpg Foto: Reuters.

CANBERRA - Pemerintah Australia berusaha mencari klarifikasi mengenai laporan yang mengatakan bahwa seoran warga negaranya telah ditahan di Korea Utara. Media Australia dan Korea Utara telah mengidentifikasi pria itu sebagai Alek Sigley, pelajar berusia 29 tahun yang tinggal di Pyongyang.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia belum mengidentifikasi orang itu karena kewajiban privasi. Departemen itu mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan kekonsuleran "keluarga seorang pria Australia yang dilaporkan ditahan di Korea Utara".

"Ini jelas merupakan keadaan yang sangat serius," kata Jaksa Agung Christian Porter kepada stasiun radio Perth sebagaimana dilansir BBC, Kamis (27/6/2019).

Pemerintah mengatakan perwakilan kedutaan di Korea Selatan telah menghubungi "pejabat terkait" di Korea Utara.

Menurut kantor berita ABC, Sigley telah dilaporkan hilang pekan ini oleh teman-temannya. Sejauh ini tidak diketahui mengapa pria itu ditahan oleh otoritas Korea Utara.

Berdasarkan laporan BBC, pria yang berasal dari Perth itu telah tinggal di Korea Utara sejak setahun terakhir, berusaha meraih gelar master di bidang literatur Korea Utara di Universitas Kim Il-sung Pyongyang.

Sigley fasih berbahasa Korea dan menjalankan bisnis jasa tur kepada turis-turis Barat yang berkunjung ke negara totaliter itu.

Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan oleh Guardian pada Maret, Sigley mengatakan bahwa dia adalah “satu-satunya warga Australia yang tinggal di Korea Utara”. Dia tertarik tinggal di Korea Utara setelah bertemu dengan beberapa warga negara itu saat belajar di China.

"Sebagai warga asing jangka panjang dengan visa pelajar, saya hampir memiliki akses yang hampir tidak pernah ada sebelumnya ke Pyongyang," tulisnya.

"Saya bebas berkeliaran di sekitar kota, tanpa ada yang menemani."

Tahun lalu dalam wawancara dengan Sky News, Sigley mengatakan bahwa dia tidak pernah merasa terancam sebagai orang Barat yang hidup di bawah rezim Pyongyang yang keras, meski telah ada kasus-kasus penting yang melibatkan warga negara Barat.

Pada 2016, pelajar Amerika Serikat (AS), Otto Warmbier ditahan oleh otoritas Korea Utara setelah mencuri pamflet propaganda dalam sebuah tur. Warmbier ditahan selama 17 bulan sebelum akhirnya meninggal dunia setelah dikembalikan ke AS karena alasan kemanusiaan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini