Sejumlah Dalilnya Ditolak, Kubu Prabowo Masih Optimis Menang di MK

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 27 Juni 2019 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 605 2071773 sejumlah-dalilnya-ditolak-kubu-prabowo-masih-optimis-menang-di-mk-4LCkAk1cGj.jpg Andre Rosiade (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengaku sejauh ini pimpinan partai koalisinya masih optimis memenangkan gugatan hasil sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Meskipun sejumlah dalil yang diajukan tim hukum BPN telah ditolak oleh MK.

"Sampai tadi barusan saya keluar pimpinan masih tetap optimis, jadi kita masih menunggu keputusan resmi MK nanti jam 7 lewat nanti ya," kata Andre di Kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

 Baca juga: Klaim Kemenangan 52% Prabowo-Sandi Tak Bisa Yakinkan MK

Andre pun meminta kepada masyarakat agar mendoakan hasil yang diperoleh nantinya merupakan hasil terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia. Apapun hasil putusan MK Prabowo-Sandiaga beserta dengan pimpinan partai koalisinya akan memberikan pidato.

"Insyallah mohon doanya saja pada seluruh rakyat Indonesia apapun keputusan yang diambil kami pak Prabowo dan bang Sandi, tentu akan memberikan pidato nanti malam setelah keputusan resmi diambil di MK," paparnya.

 Sidang Gugatan Pilpres di MK

Adapun terkait dengan rekonsiliasi tutur Andre, pihaknya masih belum menentukan karena masih menunggu hasil final yang dibacakan oleh MK.

Baca juga: Hakim MK: ToT Tak Relevan karena Tidak Didalilkan Pemohon

 

"Yang pasti fokus sampai tadi ya kita menunggu keputusan MK, setelah selesai keputusan MK diambil pak Prabowo diskusi dengan pimpinan partai koalisi setelah itu beliau akan mengambil waktu untuk memberikan keterangan bersama bang Sandi," tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak sejumlah dalil permohonan tim hukum Prabowo-Sandiaga. Salah satunya yakni adanya tempat pemungutan suara (TPS) siluman tidak jelas.

"Menurut Mahkamah tidak dapat diperiksa lebih lanjut karena pemohon tidak menguraikan lokasi TPS yang disebut pemohon sebagai TPS siluman. Termasuk pemilih yang memilih di TPS tersebut," kata Hakim Konstitusi Saldi Isra di Ruang Sidang MK.

Salah satu yang menjadi pertimbangan, dikatakan Saldi, lantaran pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memberikan bukti soal data TPS yang terdaftar di seluruh Indonesia.

 

Lalu, hakim juga menolak dalil kubu Prabowo-Sandi kecurangan suara di sistem informasi perhitungan suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam permohonannya, tim hukum paslon 02 menyebutkan bahwa Prabowo-Sandiaga kehilangan 2.871 suara dalam sehari.

Sementara, paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin suaranya bertambah 991 suara. Hakim Konstitusi, Enny Nurbaningsih menyatakan, dalil tersebut tidak beralasan hukum.

"Dalil pemohon tidak beralasan menurut hukum," kata Hakim Enny.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini