Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, 921 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi

Antara , Jurnalis-Sabtu, 06 Juli 2019 |16:32 WIB
Masa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, 921 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi
Banjir terjang wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. (Ist)
A
A
A

KENDARI – Sebanyak 267 kepala keluarga yang terdiri 921 warga Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu, meskipun masa tanggap bencana sudah ditutup pada 29 Juni 2019.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Konawe Utara yang diterima di Kendari, mengutip Antaranews, Sabtu (6/7/2019), jumlah tersebut berada di 21 titik pengungsian umum sebanyak 176 kepala keluarga (585 jiwa) dan 18 titik pengungsian sebanyak 91 kepala keluarga (336 jiwa).

Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menyatakan masa tanggap darurat bencana telah berakhir dan beralih ke status transisi kepemulihan mulai 30 Juni hingga 27 September 2019. Selama masa transisi tersebut koordinasi dan sinergitas lembaga terkait tetap dijaga sambil tetap melakukan penanganan bencana banjir di daerah ini.

Upaya pembersihan tanah di rumah atau tempat-tempat lain semakin intens dilaksanakan Pemkab Konawe Utara bekerja sama dengan lembaga terkait. Peningkatan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk distribusi logistik kepada para pengungsi terus ditingkatkan termasuk pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

Kemudian pembuatan tempat hunian sementara sebanyak 30 unit yang diperuntukkan bagi warga yang berada di posko pengungsian Desa Puuwonua, dan lain sebagainya.

Banjir Konawe

Sebelumnya Bupati Konawe Utara Ruksamin mengatakan, tempat hunian sementara itu terus dipersiapkan selama masa transisi kepemulihan sampai kepada masa rehabilitasi akan disiapkan tempat hunian tetap.

Banjir bandang yang melanda Konawe Utara tersebut terjadi pada tanggal 1 dan 2 Juni 2019 akibat meluapnya Sungai Walasolo, Sungai Lalindu, dan Sungai Wadambali menyusul intensitas hujan tinggi yang turun di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam tujuh kecamatan yaitu Andowia, Asera, Oheo, Wiwirano, Landawe, Langgikima, dan Motul.

Warga yang terdampak banjir sebanyak 18.765 jiwa, kemudian rumah yang hanyut 388 unit, rusak berat 47 unit, rusak ringan 939 unit, dan terendam 1.144 unit sedangkan tempat ibadah yang terendam air lima unit, empat unit jembatan hanyut dan empat unit tidak bisa diakses, empat unit puskesmas terendam dan empat puskesmas pembantu serta satu gudang obat, 3 unit pasar tradisional, serta satu ruas jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah terputus.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement