Doni mengatakan kepergian Sutopo membuat keluarga besar BNPB merasa kehilangan. Pasalnya, Sutopo dikenal sebagai sosok militan dalam bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Dalam kondisi menderita sakit masih senantiasa menjalani tugasnya, dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk menginformasikan kebencanaan. Pak Topo bekerja dengan hati," kata Doni.
Seperti diketahui, Sutopo meninggal pada Minggu 7 Juli 2019 sekira pukul 02.00 waktu Guangzhou saat menjalani pengobatan kanker paru-paru di Guangzhou St Stamford Modern Cancer Hospital, China.
Baca juga: Jenazah Sutopo Kembali Dibawa ke Soetta untuk Diterbangkan ke Boyolali