Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menhan: TNI-Polri Hanya Mampu 1% Tangani Terorisme, 99% Kekuatan Rakyat

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 09 Juli 2019 |11:53 WIB
Menhan: TNI-Polri Hanya Mampu 1% Tangani Terorisme, 99% Kekuatan Rakyat
Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, penanganan aksi terorisme tidak bisa diatasi aparat TNI-Polri semata. Rakyat harus turut serta menumpas teroris sebagai bentuk perang semesta.

Hal itu dikatakan Ryamizard saat membuka simposium bertajuk 'Penataan Wilayah Pertahanan dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh.' Acara tersebut digelar di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Sekarang teroris itu tidak bisa diatasi oleh polisi dan tentara (saja). Tidak bisa. Hanya 1 persen. 99 persen itu di kekuatan rakyat," katanya, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Berantas Terorisme, Menhan Minta Intensifkan Fungsi Intelijen 

Ryamizard mengimbau masyarakat bergabung dalam program Bela Negara yang diinisiasi Kemenhan. Dengan begitu, konsepsi perang semesta dengan basis kekuatan rakyat dan tentara dapat terwujud, khususnya untuk menumpas kejahatan terorisme.

"Kita sudah ada wadahnya yaitu Bela Negara, itu total warfare. Tidak bisa satu negara menyelesaikan masalah teroris, harus bersama-sama seluruh rakyat. Kita jadikan teroris musuh bersama," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.

Kemenhan, kata Ryamizard, telah mendesain strategi pertahanan negara 'smart power' yang berbasis perang semesta atau total warfare. Konsep pertahanan ini merupakan kombinasi antara pembangunan kekuatan hard power dan kekuatan soft power.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement