nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kata 'Kimcil' Pemicu Pengeroyokan Remaja Putri di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 16:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 09 519 2076667 kata-kimcil-pemicu-pengeroyokan-remaja-putri-di-surabaya-7xffHc6fyt.jpg Ilustrasi Pengeroyokan Wanita (foto: Okezone)

SURABAYA - Akhir-akhir ini warga Surabaya dikagetkan dengan adanya pengeroyokan remaja putri yang terjadi di Jalan Dharmahusada Indah Barat, Kecamatan Gubeng. Bahkan video pengeroyokan tersebut menjadi viral di media sosial.

Kemudian pihak dari remaja yang menjadi korban pengeroyokan melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya. Penyidik UPPA Satreskrim sudah melakukan pemeriksaan terhadap 9 remaja perempuan yang diduga melakukan pengeroyokan.

Baca Juga: Jenguk ke Singapura, Kapolri Naikkan Pangkat Kasatreskrim Polres Wonogiri 

Saat proses pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya, para ABG tersebut didampingi oleh orang tua masing-masing. Status 9 remaja perempuan itu sebagai saksi terlapor.

Pengeroyokan Remaja Perempuan di Surabaya (foto: Ist)	 

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, menjelaskan hasil dari pemeriksaan itu mengungkap adanya fakta baru. Di mana pemicu dari terjadinya pengeroyokan lantaran korban mengejek terlapor dengan dengan kata kimcil.

"Bahasa kimcil itu membuat salah satu terlapor marah. Setelah ditanya apa maksud dari kata itu oleh terlapor, korban minta maaf. Ucapan permintaan maaf korban pada terlapor sebanyak dua kali," terang Ruth, Selasa (9/7/2019).

Menurut Ruth, permintaan maaf pertama dilakukan korban terhadap terlapor di YPPI (tidak jauh dari lokasi pengeroyokan) pada 27 Juni 2019. Kemudian permintaan maaf kedua di Jalan Dharmahusada Indah Barat pada 28 Juni 2019, yang berujung pada pengeroyokan.

"Ada 9 anak yang melakukan pemukulan dan 3 anak yang hanya menonton. Saat ini status mereka masih sebagai saksi terlapor. Dan kasusnya tahap penyidikan," ucap Ruth.

Baca Juga: Detik-Detik Pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri hingga Koma

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini