nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Karhutla Jambi Diserang Sekelompok Orang

Azhari Sultan, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 12:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 14 340 2078665 petugas-karhutla-jambi-diserang-sekelompok-orang-dmmPgoe6UG.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAMBI - Kelompok masyarakat seharusnya membantu petugas dalam mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, tidak bagi kelompok masyarakat yang dinamakan Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB).

Mereka diduga menghalangi tim Satgas Karhutla dalam upaya memadamkan karhutla di daerah rawan karhutla di segitiga perbatasan Kabupaten Batanghari, Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Tebo di lokasi Rah HGU perkebunan PT WKS.

Kelompok SMB ini juga menyerang satuan tim TRC Damkar, karyawan PT WKS, anggota Polri beserta anggota Satgas Monitoring Karhutla Korem 042/Garuda Putih, Jambi. Bahkan, akibat penyerangan tersebut dua orang anggota Satgas Monitoring Karhutla Rem 042/Gapu terluka.

Baca Juga: BMKG Deteksi 35 Titik Panas Indikasi Karhutla di Riau 

Kejadian tersebut dibenarkan Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy, bahwa peristiwa itu terjadi saat jam istirahat kerja pada Sabtu 13 Juli siang. "Ada kelompok masyarakat SMB (Serikat Mandiri Batanghari) dengan jumlah sekitar 60 orang yang dipimpin langsung Muslim," ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/7/2019).

Kebakaran hutan Jambi 

Menurut Danrem, kejadian tersebut bermula saat 4 orang anggota Satgas Monitoring Karhutla Korem 042/Gapu bersama-sama satuan tim Reaksi Cepat Damkar PT WKS dan anggota Polri memadamkan kebakaran.

Kebakaran tersebut, ujarnya, diindikasikan dibakar oleh kelompok SMB. "Karena dikuatirkan kebakaran meluas ke daerah lainnya dan berdampak bencana kebakaran besar, petugas berusaha memadamkan api," tuturnya.

Baca Juga: Bencana Kebakaran Hutan & Lahan Disebut Lebih Besar dari Perang 

Namun, upaya tersebut justru dihalangi kelompok SMB. "Pada saat kedatangan kelompok SMB, anggota Satgas Karhutla Korem dan anggota Polri melihat adanya indikasi kelompok akan melakukan pembakaran lahan lagi sambil membawa senjata rakitan dan senjata tajam," tutur Elphis.

Melihat itu, petugas berusaha melakukan komunikasi untuk mencegah dan mengimbau kelompok tersebut. Akan tetapi, kelompok SMB tersebut malah berbalik emosi dan marah.

Tidak terima imbauan itu, massa malah melakukan pemukulan terhadap TRC Damkar dan karyawan PT WKS yang ada di lokasi sehingga mengakibatkan sejumlah orang terluka.

"Pemukulan SMB tersebut juga sempat mengenai 2 orang personel Satgas Monitoring Karhutla Rem 042/Gapu yang mengakibatkan lebam dan lecet," kata Danrem.

Mengetahui ada anggota TNI terluka, massa yang sempat ketakutan langsung membubarkan diri. Namun, entah apa yang terjadi sekitar pukul pukul 15.00 WIB, kelompok SMB kembali ke Distrik VIII dengan massa lebih dari 100 orang.

Kedatangan mereka, tanpa basa basi lagi langsung menjarah dan merusak kantor Distrik VIII. Sedangkan seluruh personel anggota Polri, TRC Damkar dan Satgas Karhutla serta karyawan perusahaan yang ada di lokasi menghindar ke daerah yang aman di Distrik IV guna menghindari konflik yang lebih besar.

Akibat kejadian itu, Danrem tidak terima dan akan menegakkan hukum yang berlaku terkait adanya intimidasi yang dilakukan kelompok Muslim CS. "Saya tidak terima ini harus ada penegakan hukum," ujarnya.

Bagi Danrem, pihaknya tidak mempermasalahkan adanya konflik yang terjadi di sana, namun mempermasalahkan adanya pembakaran 10 hektare tersebut. "Yang saya soroti itu adanya pembakaran itu dan datangnya petugas saya atas perintah saya untuk memadamkan api. Tapi mereka langsung dikeroyok kelompok SMB," ujar Elphis.

Dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan aparat Polda Jambi untuk dilakukan pengamanan di Distrik VIII tempat terjadinya kebakaran. Akibat kejadian ini, Polda Jambi mem BKO kan 1 SSK untuk membackup 2 SSK pasukan gabungan Polri (Brimob dan Sabhara).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini