nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Berikan Syarat untuk Lanjutkan Pembicaraan Program Nuklir dengan AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 15:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 18 2079125 iran-berikan-syarat-untuk-lanjutkan-pembicaraan-program-nuklir-dengan-as-sqUHKyi1jK.jpg Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

PARIS – Iran menyatakan siap untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) jika Washington mencabut sanksi dan kembali ke perjanjian program nuklir 2015 yang ditinggalkannya tahun lalu. Hal itu disampaikan Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Minggu.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk perundingan dengan Iran mengenai kesepakatan yang lebih jauh mengenai masalah nuklir dan keamanan. Namun, Iran mengatakan bahwa syarat untuk itu, pertama-tama mereka harus dapat mengekspor minyak sebanyak yang dilakukannya sebelum AS menarik diri dari pakta nuklir dengan kekuatan dunia pada Mei 2018.

BACA JUGA: Presiden Trump Batalkan Serangan Balasan ke Iran Hanya 10 Menit Sebelum Dilancarkan

"Kami selalu percaya pada pembicaraan ... jika mereka mencabut sanksi, mengakhiri tekanan ekonomi yang diberlakukan dan kembali ke kesepakatan, kami siap untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika hari ini, sekarang dan di mana saja," kata Rouhani dalam pidato yang dilansir Reuters, Senin (15/7/2019).

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Washington Post, Pompeo menolak usulan Rouhani, mengatakan bahwa presiden Iran itu juga mengajukan "tawaran yang sama kepada John F. Kerry dan Barack Obama," merujuk pada mantan menteri luar negeri dan presiden AS.

“Presiden Trump jelas akan membuat keputusan akhir. Tetapi ini adalah jalan yang telah dilalui oleh pemerintahan sebelumnya dan itu mengarah pada (kesepakatan nuklir Iran) yang menurut pemerintahan ini, Presiden Trump dan saya, adalah bencana, ”kata Pompeo.

Konfrontasi antara Washington dan Teheran telah meningkat, memuncak dalam rencana serangan udara ke Iran yang dibatalkan bulan lalu setelah Teheran menembak jatuh drone AS. Trump dilaporkan membatalkan serangan udara balasan AS pada menit terakhir.

BACA JUGA: Garda Revolusi Iran Klaim Tembak Jatuh Drone AS dekat Selat Hormuz

Pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian 2015, di antaranya Prancis, Inggris dan Jerman pada Minggu mengatakan bahwa mereka disibukkan oleh eskalasi ketegangan di wilayah Teluk dan risiko rusaknya kesepakatan nuklir.

"Kami percaya bahwa saatnya telah tiba untuk bertindak secara bertanggung jawab dan mencari cara untuk menghentikan peningkatan ketegangan dan melanjutkan dialog," kata mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh kantor presiden Prancis.

Meski banyaknya seruan untuk kembali melakukan pembicaraan, pada Rabu, Trump mengatakan akan meningkatkan sanksi terhadap Iran secara substansial.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini