Sementara itu Adella Raung menambahkan, saat ini Citilink juga sudah memiliki rute pulang pergi Banyuwangi-Cengkareng, Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Manado. Sehingga sebagai destinasi, Banyuwangi bisa berperan sebagai End Destination, Twin Destination (Banyuwangi-Bali) dan bagian dari WI journey.
"Namun perlu memperbaiki strategi promosi rute ini di Malaysia agar lebih efektif menjaring wisman. Karena sejauh ini rute BWX-KUL pp lebih banyak terisi oleh wisnas. Untuk itu Citilink, Kemenpar dibantu VITO Malaysia segera akan menyiapkan program marketingnya," ungkap Adella.
Adella mengungkapkan, Kadispar Banyuwangi juga segera akan memimpin workshop bersama seluruh pelaku industri pariwisata Banyuwangi. Workshop untuk menghasilkan paket Hot Deals yang kompetitif.
Sementara ASITA Pusat akan bekerjasama dengan Tourism Board Malaysia untuk menunjuk 10 TA/TO di Malaysia sebagai business partner yang akan menjual paket/tiket Banyuwangi. Sedangkan VITO Malaysia diminta membantu memfasilitasi komunikasi dengan stakeholders pariwisata di Malaysia (KL).
"Semua stakeholder dilibatkan, baik akademisi, bisnis atau industri pariwisata, government, community dan media untuk mencari peluang pasar," kata Adella.