nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Ciri-Ciri Kawanan Garong yang Satroni Pengadilan Agama

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 14:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 340 2080085 ini-cari-ciri-kawanan-garong-yang-satroni-pengadilan-agama-A7KxJWJDft.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOBAR - Kasus perampokan yang terjadi di Kantor Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun, Jalan Pasir Panjang, KM 5.5, Kumpai Batu Atas, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada Rabu (17/7/2019) dini hari sekira pukul 00.30 WIB menyisakan sebuah cerita dari korban.

Kesaksian korban yang disekap, yakni Penjaga Kantor PA Pangkalan Bun, Kadiyanto (30), diduga kedua perampok masuk area pengadilan memanjat pagar tembok samping kanan bagian belakang. Kemudian mencogkel jendela di ruangan sebelah Posbakum PA.

“Jadi suasana saat itu sedikit gelap. Pokoknya saya tiba-tiba di depan pintu sudah ditodong pedang panjang oleh seorang pelaku. Logatnya Batak Sumatera Utara,” ujar Kadiyanto menceritakan.

 Baca juga: Pengadilan Agama Disatroni Garong, Petugas Keamanan Disekap & Uang Puluhan Juta Raib

Pencurian

Setelah satu pelaku mengancam, kemudian pelaku lainnya mendorong korban untuk masuk ke kamar.

“Di dalam kamar saya baru diikat tangan dan kaki serta mulut dan mata ditutup lakban. Saya sempat melihat mereka berdua memakai penutup kepala, jadi wajahnya tidak terlihat sama sekali. Ciri-cirinya saya masih ingat. Yang satu tinggi besar, yang satu pendek tapi badannya gempal,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setelah menyekap korban, satu pelaku masih tetap menunggu di dalam kamar menjaga korban. Satu pelaku beroperasi mencari barang berharga dan uang.

“Kalau ditotal ya ada 3 jam saya disekap, karena dari pukul 00.30 WIB-03.30 WIB. Kalau kedua pelaku pergi sekitar pukul 03.00 WIB.”

Sebelumnya, Kantor Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun, Jalan Pasir Panjang, KM 5.5, Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng kerampokan, Rabu (17/7/2019) dini hari sekira pukul 00.30 WIB.

Penjaga kantor yang merupakan karyawan honorer, Kadiyanto (30) disekap dua orang perampok. Kaki dan tangan diikat dengan taplak meja pengadilan, mata dan mulut ditutup lakban.

“Jadi menurut pengakuan korban, ia sempat mendengar ada suara membuka jendela di ruang sebelah di mana ia tidur yakni di ruang Posbakum. Kemudian ia bangun, pas membuka pintu langsung ditodong pedang ke arah leher. Korbanpun langsung mengikuti perintah kedua pelaku yang mukanya ditutup masker,” ujar Humas PA Pangkalan Bun, Ahmad Zuhri.

 Pencurian

Ia melanjutkan, saat ini korban sedang menjalani pemeriksaan di pusat kesehatan.Korban mengalami luka ringan di bagian pelipis sebelah kanan. “Korban masih diperiksa dan pijit karena sempat disekap selama 3 jam,” sambungnya.

Sementara itu, seorang panitera pengadilan agama, Muhammad Aini yang pertama kali menolong korban menceritakan, saat itu pukul 03.30 WIB menjelang waktu subuh, ia mendengar ada suara minta tolong orang dan bilang ada rampok.

“Saya tinggal di rumah dinas belakang kantor PA, saya dengar suara orang minta tolong di jendela kantor PA. Saya samperin eh ternyata Kadiyanto sudah dalam posisi terikat kaki dan tangan, muka dan mulut ditutup lakban,” jelas Aini menceritakan.

Setelah ikatan dilepas, Kadiyanto baru menjelaskan bahwa ia sempat disekap kedua pelaku selama 3 jam. Yakni sejak 00.30 WIB-03.30 WIB.

“Setelah kita cek ke semua ruangan pengadilan, barang barang yang hilang di antaranya Laptop 4 unit, 1 microtik CCTV, monitor CCTV satu set beserta server, brankas dibobol isi uang sekira Rp10 juta, kemudian uang korban Rp1jt 40ribu dan handphone korban dibawa pelaku,” tambahnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Arut Selatan dan langsung ditangani juga oleh tim identifikasi Polres Kobar. “Polisi sudah mulai menganalisa. Tapi apa yang dilakukan bisa langsung konfirmasi saja,” tambah Ahmad Zuhri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini