Saat dihubungi MDMC, Didik menerangkan bahwa mereka telah mengirimkan 4 orang tim asistensi di lokasi bencana untuk mendata info terkait kebutuhan dan potensi yang ada disana. Pendataan tersebut sedikit mengalami kelambatan karena sulitnya akses menuju lokasi, seperti di Kecamatan Gane yang rata – rata merupakan wilayah pesisir dengan tingkat kerusakan yang bermacam – macam akibat gempa.
Sehingga masih banyak jalan yang sulit untuk dijangkau “Karena lokasi bencana berbeda – beda tempat, ada yang di pulau ada yang di pesisir,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya.
Kesulitan mengakses lokasi terdampak gempa juga dirasakan oleh tim asistensi yang berada di sana. Pada Selasa 16 Juli tim asistensi menuju ke lokasi bencana harus memilih menggunakan transportasi laut. Untuk menuju lokasi ada 3 pilihan jalur, yaitu jalur laut, udara, dan darat.
“Karena letak geografis agak jauh jadi kami gunakan laut. Kalau darat bisa 12 jam, sedangkan laut hanya sekitar 8 jam,” ujar Didik saat itu.
Baca Juga: BNPB: Korban Meninggal Gempa Halmahera Selatan Bertambah Jadi 6 Orang