Caleg DPD Evi Apita Buka Suara soal Editan Foto Cantiknya Digugat ke MK

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 08:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 606 2080841 caleg-dpd-evi-apita-buka-suara-soal-editan-foto-cantiknya-digugat-ke-mk-pq9IR26iA7.png Evi Apita Maya, caleg DPD dari NTB, didugat ke MK karena editan foto cantiknya. (Foto: Antara)

CALON anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Nusa Tenggara Barat, Evi Apita Maya, digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena foto editan yang dipakai saat kampanye dianggap "di luar batas kewajaran".

Peraih suara tertinggi untuk pemilu calon anggota DPD di NTB ini digugat pesaingnya, Farouk Muhammad. Dalam gugatannya, Farouk, melalui tim kuasa hukumnya, menilai Evi telah "berlaku tidak jujur".

Baca juga: Editan Fotonya Disebut Terlalu Cantik dan Digugat ke MK, Evi Apita: Semuanya Juga Diedit!

Dalam wawancara dengan Muhammad Irham untuk BBC News Indonesia, Evi Epita Maya mengatakan editan foto merupakan hal lumrah bagi setiap calon legislator karena perlu "tampil terbaik".

Ia mengatakan, setiap caleg memiliki strategi masing-masing untuk mendulang suara pada Pemilu Serentak 2019. Berikut ini kutipan wawancara dengan Evi Epita Maya.

Evi Apita Maya. (Foto: Ist)

Apa reaksi pertama Anda saat tahu digugat karena foto editan untuk kampanye?

Kalau reaksi itu, bukan saya sendiri yang kaget, semua kaget dan terheran-heran. Kenapa kok sampai foto yang dipermasalahkan? Itu reaksinya. Pertama, kaget; dan kita tidak berpikir bahwa Beliau (Farouk Muhammad) dan timnya sampai ke Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: 5 Potret Evi Apita Maya, Caleg yang Digugat ke MK karena Terlalu Cantik

Mengapa Anda mengedit foto?

Pertanyaan mengedit foto? Semua orang yang ingin tampil untuk kontestasi apa pun, semua mengedit foto. Tidak ada tidak bohong. (Misalnya) kita membuat latar belakang, warnanya lain. Itu juga edit namanya. Menampilkan semua foto di studio agak-agak tidak rapi, pasti dirapikan. Iya kan, karena itu memang standar studio kalau foto, seperti itu. Jadi wajar dong, kita sudah bayar studio masak, dan fotografer juga ingin hasil fotonya bagus kan.

Evi Apita Maya. (Foto: Ist)

Setelah foto Anda diedit, apakah lebih percaya diri?

Biasa saja bagi saya. Enggak percaya diri (tertawa). Biasa saja. Saya lihat foto saya biasa-biasa saja. Banyak foto saya yang lebih bagus, yang lebih, istilahnya lebih elegan, lebih kelihatan muda. Tapi itu banyak yang protes, "Bun, bunda, kok terlihat dewasa banget?" Karena saya sebelum ke lapangan kadang-kadang simpel.

Apakah Anda menyadari foto hasil editan berpengaruh terhadap perolehan suara?

Kita mencoba menampilkan yang terbaik. Mungkin juga ada pemikiran orang pasti akan memilih kan, DPD selama ini banyak kok yang tidak dikenal. Banyak faktornya, begitu kan. Ada yang pilih, oh ini kayaknya ulama, begitu kan. Banyak. Tidak mungkin semua dikenal oleh masyarakat. Ya, semua punya strategi masing-masing, tapi tidak menyalahi aturan. Sah-sah saja.

Evi Apita Maya dan keluarga. (Foto: Ist)

Apa yang akan Anda lakukan pertama kali saat ditetapkan sebagai anggota DPD nanti?

Yang saya lakukan pertama kali, tentunya dari sekarang, kalau memang sudah tahu saya gerakan di NTB, sudah ada. Sebelum saya dilantik pun, saya sudah buat gebrakan. Namanya STREAM. STREAM itu Sahabat, Teman, Relawan Evi Apita Maya.

Sekarang tim kita sudah berjalan di bawah untuk membantu masyarakat KLU (Kabupaten Lombok Utara) yang kena gempa, bekerja sama dengan Dukcapil, membuat KIA (Kartu Identitas Anak) dan juga Kartu Kematian. Menjemput bola ke masyarakat yang tidak sempat untuk datang ke Dukcapil, gitu. Itu gebrakan-gebrakan.

STREAM itu wadah yang kita siapkan untuk semua menampung aspirasi. Aspirasi masyarakat di situ ditampung. Di situ bergabung semua elemen. Jadi tidak tergantung sama DPD saja. Nanti dari kita untuk kita, begitu kan. Misalnya masalah kependudukan tadi Dukcapil yang membantu. Misalnya masalah pertanian, nanti kita misalnya di dalam grup ada yang dari pihak pertanian, begitu.

Evi Apita Maya. (Foto: Ist)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini