Editan Fotonya Disebut Terlalu Cantik dan Digugat ke MK, Evi Apita: Semuanya Juga Diedit!

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 16:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 606 2080616 editan-fotonya-disebut-terlalu-cantik-dan-digugat-ke-mk-evi-apita-semuanya-juga-diedit-UPdyJhIWRY.png Calon Anggota DPD RI Evi Apita Maya (Foto: Antara)

JAKARTA - Editan foto berujung di Meja Mahkamah Konstitusi (MK), hal tersebut terjadi lantaran foto anggota DPD Evi Apita Maya dianggap terlalu cantik ketimbang aslinya, dan membuat Farouk Muhammad, sesama calon anggota DPD, menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) ke MK.

Untuk diketahui, Evi Apita Maya adalah caleg nomor urut 26 Dapil NTB yang berhasil menorehkan suara terbanyak yakni 283.932 suara dan lolos ke Senayan.

Terkait hal tersebut Evi menyebut Farouk Muhammad juga menggunakan foto yang direkayasa untuk kertas suara.

"Semua juga diedit, ada yang justru pakai kerudung dibuka, pake baju sasak. Itu kan demi memberikan tampilan yang bagus. Termasuk beliau sendiri juga diedit kok, jangan bohong lah," Evi Apita Maya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Ia mengaku tidak ingin menjelek-jelekan rekan caleg dapil NTB lainnya, tetapi 27 calon yang ada semua menampilkan foto yang terbaik versi masing-masing.

Evi Apita Maya (Foto: KPU NTB)

Baca Juga: FPI Tak Akan Undang Prabowo-Sandi dan Partai Politik di Ijtima Ulama IV

Baca Juga: Selama Jadi Pejabat, Ahok Sadar Tak Punya Kerendahan Hati

Setiap calon pemimpin yang ingin menampilkan identitasnya di depan umum untuk dikenal dinilainya pasti menampilkan foto terbaik.

"Ya termasuk saya yang tampil ingin ikut kontestasi, wajar dong saya. Masa saya foto bangun tidur. Wajar. Perlulah saya dandan sedikit," tutur Evi.

Selama tahapan pemilu dari penetapan calon hingga pemungutan suara disebutnya Farouk tidak pernah mempermasalahkan apa pun, baru saat Evi berhasil memastikan kursi di DPD dengan suara terbanyak foto jadi persoalan.

Calon anggota DPD RI petahana dari dapil NTB Farouk Muhammad mempersoalkan calon DPD Evi Apita Maya diduga menggunakan foto rekayasa di luar batas kewajaran sehingga tampak cantik dan menarik.

Dalam dalil permohonan, Farouk menyebut foto rekayasa hingga mengubah identitas termasuk pelanggaran administrasi.

Atas dugaan pelaggaran tersebut, Farouk meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan keputusan KPU tentang daftar calon tetap perseorangan anggota DPD.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini