Jika Gerindra Tidak Rekonsiliasi, Kursi Ketua MPR Diprediksi Diberikan ke Golkar

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 606 2081846 jika-gerindra-tidak-rekonsiliasi-kursi-ketua-mpr-diprediksi-diberikan-ke-golkar-o9clm7iixQ.jpg Ilustrasi pimpinan MPR RI. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sedang diperebutkan oleh sejumlah partai politik, di antaranya Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Isu perebutan kursi MPR ini pun menghangat selain posisi menteri.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai kursi ketua MPR akan diberikan kepada Gerindra jika partai tersebut sepakat rekonsiliasi dengan presiden terpilih Joko Widodo pascapilpres. Namun bila tidak, posisi ketua MPR kemungkinan diberikan ke Golkar.

Baca juga: Golkar Incar Kursi Ketua MPR: Kami Sangat Berpengalaman, Gerindra Belum 

"Jika Gerindra tidak jadi rekonsiliasi, kemungkinan besar Golkar yang akan diberi jatah ketua MPR RI. PKB kan sudah ada KH Ma'ruf Amin yang representasi dari NU. PKB kan lahir dari rahim NU," kata Ujang ketika berbincang dengan Okezone, Senin (22/7/2019).

Sidang MPR/DPR RI. (Foto: Okezone)

"Namun jika Gerindra jadi rekonsiliasi dengan Jokowi, bisa saja jatah kursi MPR diberikan ke Gerindra," imbuh dia.

Baca juga: Incar Posisi Ketua MPR, Gerindra: Buang Jauh-Jauh Residu Pilpres 

Meski begitu, Ujang berpendapat dinamika politik masih cair dan dinamis. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ia menggarisbawahi kursi ketua MPR akan sulit didapat lagi oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Pasalnya, daya tawar partai tersebut dinilai kecil ke kubu Jokowi.

"Ketua MPR tidak akan didapatkan lagi oleh PAN. PAN bargaining-nya kecil ke kubu Jokowi," ungkap Ujang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini