nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Rumah di Jambi Terbakar, 25 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 22:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 340 2083168 6-rumah-di-jambi-terbakar-25-jiwa-kehilangan-tempat-tinggal-Tk99Nij0cM.jpg (Foto: Azhari Sultan/Okezone)

JAMBI – Permukiman penduduk di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi terbakar pada Rabu (24/4/2019)

Diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Api yang membekar juga menyambar rumah di sekitarnya.

Menurut warga setempat, Ali, lokasi kebakaran dekat dengan pasar. Warga yang tengah asik berbelanja mendadak berhamburan saat asap muncul dari sebuah rumah.

"Saat munculnya api, warga sekitaran pasar langsung heboh berteriak 'kebakaran' seraya minta tolong kepada warga agar dipadamkan," tuturnya.

Terpisah, Camat Pengabuan, Hermansyah mengatakan, dari informasi warganya, sumber api awalnya berasal dari rumah Juni dan merembet ke rumah sebelahnya. Setelahnya api dengan cepat membesar dan melahap rumah warga lainnya.

Ilustrasi.

Dia menambahkan, api dapat dipadamkan oleh petugas gabungan dari personil BPBD Tanjab Barat, Damkar, Babinsa Teluk Nilau, Polsek Pengabuan, Sat Pol PP Pengabuan dan Bram Itam, Tim RPK Karhutla PT WKS Distrik VI dan dibantu warga sekitar lokasi.

"Setelah didata kebakaran tersebut mengakibatkan 6 unit bangunan rumah ludes terbakar dan 1 unit bangunan rumah mengalami rusak berat," tukas Hermansyah.

Sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) dengan 25 jiwa terdampak kebakaran ini.

"Untuk korban jiwa tidak ada, namun untuk kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp1,3 miliar,” tukasnya.

Sementara, Kapolsek Pengabuan, Iptu Agus A Purba saat dikonfirmasi mengatakan, kebakaran tersebut diduga berasal dari salah seorang warga yang rumahnya dalam keadaan kosong.

“Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong, ditinggal pemiliknya bepergian ke Kuala Tungkal,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran, sambung Agus, saat ini masih belum diketahui dan masih dilakukan penyelidikan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini