nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Bandara Bawa Kabur dan Setubuhi 8 Kali Anak Gadis Orang

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 03:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 609 2083678 sopir-bandara-bawa-kabur-dan-setubuhi-8-kali-anak-gadis-orang-0oER1DW9eF.jpg Polisi sedang menginterogasi Riswan, sopir cabul (Foto: Herman Amiruddin)

MAKASSAR - Riswan (32), seorang sopir yang sementara menunggu penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di kepung oleh pria bersenjata yang diketahui tim kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar.

Dia ditangkap atas perbuatannya, berdasarkan aduannya dalam tindak pidana penculikan disertai penyetubuhan terhadap seorang wanita sebut inisial T (19), warga Bonto Nimpo, Kabupaten Gowa.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, seorang warga Jalan Asram Haji Sudiang yang kesehariannya bekerja sebagai karnet bus perwakilan itu diamankan lantaran diadukan oleh orangtua seorang wanita yang menjadi korbannya.

"Jadi, kami sebelumnya menerima aduan korban yang diwakili orangtuanya. Anaknya diculik lalu disetubuhi oleh seorang pria yang bekerja sebagi sopir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang juga karnet Bus perwakilan," kata Indratmoko, Kamis 25 Juli 2019.

Baca Juga: Kronologis Penangkapan 2 Pelaku Pemerkosaan Wanita Usai Dicekoki Sabu di Depok 

Ilustrasi

Mantan Kasubdit IV Ditkrimsus Polda Sulsel itu melanjutkan, bahwa usai pihaknya menerima aduan korban, selanjutnya pihaknya yang memimpin langsung proses penyelidikan terlapor bersama Tim Jatanras Polrestabes Makassar.

"Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa terlapor tengah berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Disana kami kami bekuk selanjutnya membawanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Indratmoko.

Dia menjelaskan, terlapor yang diperiksa awalnya berkelit. Berkali-kali diminta untuk jujur. Namun, juga ia tetap saja berkelit.

Untuk mengakui perbuatannya, penyidik memperlihatkan gambar dirinya bersama korban. Terlapor langsung menangis dan mengakui perbuatannya telah membawa kabur korban.

"Kata terlapor bahwa dirinya nekat membawa kabur korban lantaran dirinya hendak menikahi korban. Dipelariannya terlapor mengaku menjual handphone mikiknya dan emas korban untuk digunakan biaya kesehari-hariannya serta membayar kos-kosan," ujar terlapor yang ditirukan Kasat Reksrim.

Menurut penuturan terlapor, sambung Indramoko, jika perihal yang dilakukan terhadap korban karena dirinya suka sama suka. Dia juga mengaku tak memaksa korban di saat melakukan hubungan terlarang.

"Terlapor menceritakan jika berawal pertemuannya di bus. Kala itu korban naik di bus tempat terlapor bekerja sebagai kernet. Komunikasinya berjalan sebulan hingga ia menjalin asmara. Korban yang baru saja pulang dari Palu, Provinsi Sulawesi Tengah lalu kemudian, terlapor mengajak korban untuk kabur dari rumahnya di Bonto Nompo Gowa pada tanggal 6 Juli 2019 lalu. Korban pun menuruti permintaan terlapor," beber Indratmoko menirukan pengakuan terlapor.

Korban selama pelariannya, menurut pelapor merasa gundah diselimuti rasa takut akan kemarahan keluarganya. Apalagi, dirinya kerap mendesak terlapor untuk segera menikahinya. Namun, terlapor hanya janji-janji saja dengan alasan tidak punya uang.

"Korban sudah delapan kali disetubuhi oleh terlapor. Sehingga ia meminta ke terlapor untuk menikahinya. Namun terlapor hanya janji-janji dengan bergam alasan. Dan itu diakui terlapor bahwa dirinya telah melakukan itu," ujar Indratmoko

Disebutkan pelaku bahwa dirinya 8 kali menyetubuhi korban, enam kali dilakukan dirumah kos dibelakang terminal daya, dua kali dilakukan dirumah tantenya di Jalan Asrama Haji Sudiang.

"Berakhir terlapor dan korban bertemu saat korban menghububgi tetangganya untuk meminta dirinya dibantu agar bisa pulang kerumahnya. Tetangganya pun datang ke terminal Regional Daya. Korban minta diantar oleh terlapor ke terminal. Disana korban dan terlapor berpisah," ujar Indratmoko.

Orangtua korban yang telah melaporkan kasus penculikan dan penyetubuhan anaknya kata Indratmoko, sehingga terlapor dilakukan penangkapan. Hingga terungkaplah asmara silarian ini berujung di kantor polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini