nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Gadis di China Dibawa ke Rumah Sakit Setelah Lakukan Tantangan Viral 1.000 Squat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 18 2086447 dua-gadis-di-china-dibawa-ke-rumah-sakit-setelah-lakukan-tantangan-viral-1-000-squat-f66w5unPM0.jpg Ilustrasi. (Foto: Pxhere)

CHONGQING - Dalam kejadian terbaru terkait ‘fenomena viral yang berakhir buruk’, dua gadis remaja di China harus dilarikan ke rumah sakit dan menerima perawatan intensif setelah mengikuti tantangan viral yang tampaknya mengerikan, ‘tantangan seribu kali squat’.

Bermula dari kompetisi biasa antara dua teman berakhir dengan konsekuensi serius bagi Tang, 19 tahun dan seorang temannya, setelah kedua remaja di Chongqing, China itu bertanding mengenai siapa yang bisa melakukan squat paling banyak.

Mereka bergiliran melakukan squat satu per satu melalui panggilan video dan karena kegigihan mereka, jumlah squat dengan cepat mencapai angka yang mengesankan. "Kami berdua tidak ingin kalah dan jadi kami terus berusaha untuk saling mengalahkan, sehingga kami menyelesaikan 1.000 squat," kata Tang kepada China Press sebagaimana dilansir RT, Kamis (1/8/2019).

Meski terdengar membosankan, melakukan 1.000 squat secara terus menerus telah menjadi tren di kalangan pecinta kebugaran dan video orang-orang yang mencoba melakukan tantangan itu telah dilihat jutaan kali di YouTube.

Setelah sesi squat tersebut, keduanya merasakan sakit, tetapi mereka tetap pergi bekerja seperti biasa keesokan harinya. Namun, kemudian mereka mulai merasakan dampak dari latihan keras tersebut dan menyadari ada yang tidak beres.

"Pertama-tama, kaki saya tidak hanya sakit tetapi saya tidak bisa menekuknya," katanya. "Lalu saya pergi ke kamar mandi dan menemukan bahwa urine saya berwarna coklat."

Pacar Tang membawanya ke rumah sakit di mana dia didiagnosis menderita rhabdomyolysis, suatu kondisi serius di mana ginjal tidak dapat memproses semua konten limbah yang mengambang di dalam darah karena kerusakan otot yang terjadi dengan cepat. Penyakit itu dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius dan bahkan bisa berakibat fatal.

Beruntung bagi Tang, para dokter berhasil mengembalikan cairan tubuhnya dengan infus dan dia diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Setelah menghubungi temannya, Tang mengetahui bahwa dia juga dirawat di rumah sakit setelah melakukan tantangan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini