nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati! Jalur Lintas Timur Sumatera di Ogan Ilir Diselimuti Asap Tebal Karhutla

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 16:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 03 610 2087300 hati-hati-jalur-lintas-timur-sumatera-di-ogan-ilir-diselimuti-asap-tebal-karhutla-u02YcVbYnL.jpeg Jalur Lintas Timur Sumatera di Ogan Ilir, Sumatera Selatan diselimuti asap (Istimewa)

PALEMBANG - Kebakaran lahan dan lahan (karhutla) gambut di Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dampaknya mulai mengganggu aktivitas masyarakat, Sabtu (3/8/2019). Asap dari kebakaran itu menyelimuti kawasan Jalan Lintas Timur Sumatera di Ogan Ilir dan menghalangi jarak pandang pengendara.

Fikri (32) warga Indralaya, Ogan Ilir mengatakan jalan Lintas Timur Indralaya-Palembang sejak pagi diselimuti asap tebal. Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati dan pelan, karena jarak pandang terbatas. Asap juga memerihkan mata warga sekitar.

Pengendara yang melintas harus menghidupkan lampu dan sebagian memilih berhenti tidak melanjutkan perjalanan, menunggu kabut asap menipis.Karhutla

"Kami ini mau ke Palembang, tapi karena ada asap tebal ini terpaksa berhenti sebentar sambil menunggu asapnya tidak terlalu tebal lagi. Kami takut karena bisa membuat mata perih," kata Fikri yang saat itu sedang dalam perjalanan dari Ogan Ilir ke Palembang.

Kebakaran lahan gambut di Ogan Ilir terjadi dari Jumat 2 Agustus malam, diperkirakan sudah meluas hingga puluhan hektare. Selain di sisi Jalur Lintas Timur Sumatera, lahan di dekat Tol Palembang-Indralaya juga terbakar. Lahan yang terbakar sudah mendekati pemukiman hingga sebagian warga dievakuasi.

Maggala Agni menyebutkan, kebakaran terjadi di enam titik dalam lokasi berdekatan. "Hari ini ada enam titik lokasi kebakaran lahan di Ogan Ilir,” kata Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Banyuasin, Tri Prayogi.

Tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir dan Manggala Agni terus berupaya memadamkan kebakaran lahan tersebut. Manggala Agni menerjunkan 15 orang membantu pemadaman.

“Ada tiga helikopter water bombing (bom air) yang beroperasi membantu proses pemadaman," kata Tri Prayogi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini