nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertemuan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong dengan Pejabat Konsulat AS Munculkan Kecurigaan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 09 18 2089787 pertemuan-aktivis-pro-demokrasi-hong-kong-dengan-pejabat-konsulat-as-munculkan-kecurigaan-NyaZfNqxdW.jpg Foto: CCTVAsiaPacific.

HONG KONG - Aktivis Hong Kong yang berperan penting dalam demonstrasi besar-besaran anti-Beijing beberapa bulan terakhir, telah menimbulkan kecurigaan setelah tertangkap kamera melakukan pertemuan dengan pejabat senior dari konsulat Amerika Serikat (AS).

Joshua Wong Chi-fung, sekretaris jenderal Partai pro-demokrasi Demosisto, mengatakan kepada media Hong Kong bahwa tidak ada hal terselubung di balik pertemuannya dengan Kepala Unit Politik Konsulat Jenderal AS Hong Kong, Julie Eadeh, baru-baru ini.

BACA JUGA: Protes Massa Pro-Demokrasi Hong Kong, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Peluru Karet

Media pro-Beijing dengan cepat memanfaatkan foto-foto dari pertemuan Wong dengan Eadeh untuk memunculkan spekulasi keterlibatan AS dalam demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Hong Kong.

"Saya bahkan pergi ke Washington beberapa kali, jadi apa istimewanya pertemuan dengan seorang konsul AS?" kata Wong kepada Hong Kong Standard sebagaimana dilansir RT, Jumat (9/8/2019).

Dia mengklaim bahwa diskusinya dengan Eadeh terfokus pada Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, sebuah RUU yang diajukan di Kongres AS yang menyerukan keterlibatan Washington dalam menjaga "demokrasi" di Hong Kong. Keduanya juga dilaporkan membahas pelarangan ekspor peralatan AS kepada polisi Hong Kong.

Menanggapi permintaan komentar dari AFP, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa perwakilan pemerintah AS "bertemu secara teratur dengan banyak orang di seluruh Hong Kong dan Makau."

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri China menyatakan “ketidakpuasan yang kuat” atas laporan media mengenai dugaan pertemuan antara pejabat senior konsulat AS dengan “kelompok independen” Hong Kong.

BACA JUGA: Hong Kong Menghadapi Krisis Terbesar Sejak Diserahkan Inggris pada 1997

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mendesak Washington untuk "segera memutuskan hubungan secara total dengan berbagai perusuh anti-China" dan "segera mencampuri urusan Hong Kong".

Hong Kong terus diguncang demonstrasi beberapa pekan setelah protes besar-besaran sukses membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial ditangguhkan.

Pada Rabu, rekaman video memperlihatkan seorang demonstran mengibarkan bendera AS di saat rekan-rekannya melemparkan telur dan proyektil lain ke kantor polisi Hong Kong.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini