BENGKULU - Provinsi berjuluk Bumi Rafflesia merupakan salah satu provinsi yang masuk dalam zona merah, rawan bencana gempa bumi berdampak gelombang tsunami. Tujuh dari 10 kabupaten/kota di provinsi ini berada di tepi pesisir barat sumatera.
Tujuh daerah itu juga berbatasan langsung dengan samudera hindia. Mulai dari kabupaten Kaur yang berbatasan langsung dengan provinsi Lampung hingga kabupaten Mukomuko yang berbatasan dengan Sumatera Barat.
Antisipasi dalam menghadapi bencana pun telah dilakukan pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kota (pemkot) dan pemerintah kabupaten (pemkab), TNI dan BMKG. Pembukaan jalur evakuasi bencana, misalnya.
Pembukaan jalur evakuasi bencana itu tentu dapat menyelamatkan ribuan jiwa masyarakat Kota Bengkulu. Sebab, jalur itu di bangun di RT 16 RW 04 kelurahan Padang Serai kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.
Jalur evakuasi dengan panjang tidak kurang dari 1,4 kilometer (KM) merupakan penghubung kelurahan Padang Serai ke kelurahan Sumber Jaya kecamatan Kampung Melayu serta kelurahan Bumi Ayu dan kelurahan Betungan kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Jalur evakuasi serta jalur pemasok logistik ketika terjadi bencana gempa berpotensi tsunami itu dikerjakan prajurit TNI-AD, melalui program tentara manunggal masuk desa (TMMD) ke 105, Kodim 0407/Bengkulu.
Pembuatan jalur evakuasi tersebut merupakan salah satu bentuk kesiap-siagaan masyarakat di Kota Bengkulu, khususnya masyarakat RT 1 hingga 21 kelurahan Padang Serai kecamatan Kampung Melayu.
Di mana ketika terjadi bencana mereka sudah ada jalur evakuasi untuk dijadikan titik kumpul yang terdapat di RT 16 RW 04 kelurahan Padang Serai kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.
''Tempat kami menjadi salah satu lokasi titik kumpul ketika terjadi gempa berpotensi tsunami. Khususnya warga di kecamatan Kampung Melayu,'' kata Ketua RT 16 Rw 04 kelurahan Padang Serai kecamatan Kampung Melayu kota Bengkulu provinsi Bengkulu, Suyanto (50), ketika ditemui okezone, Senin, (12/8/2019), pagi.