nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Tower BTS yang Roboh Timpa Siswa SD Masih Didalami

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 15:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 340 2091822 penyebab-tower-bts-yang-roboh-timpa-siswa-sd-masih-didalami-OL6FLNJkrX.jpg Foto: Herman/Okezone

MAKASSAR - Pihak perusahaan pemilik tower menara Base Transceiver Station (BTS) yang rubuh di Dusun Baddo-Baddo, Desa Baji Mangai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendalami penyebab rubuhnya tower. Tower ini milik perusahaan PT Permata Karya Perdana (PKP)

Hal tersebut diungkapkan, Humas PT PKP Yusron Hakim kepada Okezone saat dihubungi Rabu 14 Agustus 2019. Ia mengatakan, pihak perusahaan memohon maaf perihal robohnya menara telekomunikasi di SDN 240 Maros, Sulawesi Selatan.

"Manajemen Permata Karya Perdana meminta maaf atas robohnya menara telekomunikasi yang menimpa gedung SDN 240. Kami juga sedang menginvestigasi penyebab robohnya menara," kata Yusron kepada Okezone, Rabu (14/8/2018).

 Baca juga: Tower BTS Roboh Timpa Siswa SD di Maros, Ini Penjelasan XL Axiata

Selain itu perusahaan akan bertanggungjawab atas kerugian yang ditimbulkan. Dimana tower menimpa gedung sekolah. Sehingga terjadi kerusakan pada gedung sekolah di SDN 240 Maros, Sulawesi Selatan.

"Kami juga bertanggungjawab atas kerusakan yang ditimbulkannya," katanya.

 Tower xl

Sebelumnya diberitakan, insiden tower rubuh ini, menimpa rumah dan anak-anak sekolah SD yang sedang latihan panduan suara untuk perayaan 17 Agustus.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, dari delapan siswa yang tertimpa menara BTS XL yang roboh, enam diantaranya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

 Baca juga: Tower Roboh Timpa 6 Bocah yang Sedang Latihan Panduan Suara

"Tower roboh sekitar pukul 09.30 Wita, mengenai sebuah rumah yang ada dalam lokasi SD 240 Baddo-baddo dan beberapa anak sekolah yang sementara latihan Paduan suara dalam rangka peringatan HUT RI 74," kata Dicky kepada Okezone.

Adapun korban dari anak sekolah yang terkena runtuhan tower antara lain Risa wahyuni, Adinda sri Ramayani, Khodija Rafa Nur, Bangga, Wahyu dan Mujahid.

 Tower xl

"Pada saat itu anak-anak latihan tiba tiba terdengar suara benturan keras dan langsung menimpa anak-anak yang ada di lokasi latihan dan sebagian anak-anak yang sementara jajan di sekitar lokasi kejadian," jelas Dicky.

Setelah kejadian korban langsung dievakuasi oleh gurunya dan, kepala sekolah dan masyarakat sekitar. Ana-anak dibaws ke Rumah Sakit TNI AU Dr. Dody Sarjot Maros.

Satu dari enam siswa yang mengalami luka tersebut, akhirnya dirujuk di Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Saat ini aparat kepolisian masih mendalami dugaan robohnya menara BTS milik PT XL Axiata tersebut. Garis polisi sudah dipasang di sekitar lokasi kejadian perkara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini