nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muhammadiyah Pertanyakan Viralnya Video Ceramah UAS yang Dituduh Penodaan Agama

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 18:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 340 2093943 tokoh-muhammadiyah-riau-pertanyakan-viralnya-video-ceramah-uas-tOitalzTPk.jpg Ustadz Abdul Somad (Foto: Ist)

PEKANBARU - Beberapa hari belakangan ini ada pihak yang memviralkan video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dinilai melecehkan salah satu simbol agama nonmuslim. Banyak tanggapan dukungan maupun hujatan atas video yang sebenarnya sudah lama namun diunggah kembali.

Bahkan, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Abdul Rohim Ghazali menyebut UAS, dai asal Pekanbaru, Riau itu dianggap melakukan penghinaan simbol agama. Namun, tokoh Muhammadiyah di Riau memiliki pandangan berbeda. Ustadz Abdul Amin salah satu tokoh Muhammadiyah justru mempertanyakan siapa yang memvirakan video tersebut.

"Apa yang diungkap oleh pimpinan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhamadiyah (tentang UAS) itu pendapat pribadi bukan sikap resmi Muhammadiyah," ujar Saidul tokoh Muhammadiyah Riau kepada Okezone, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Terkait Tuduhan Penodaan Agama dalam Ceramahnya

Ustadz Abdul Somad  

Terkait video cemarah UAS, Saidul mengatakan bahwa yang dilakukan dai kondang asal Asahan, Sumatera Utara itu merupakan kegiatan keagamaan yang digelar di tempat tertutup. Di mana, UAS menjawab salah satu simbol agama tertentu dari sudut pandang Islam yang ditanyakan salah satu jamaah.

"Video yang divirakan itu sudah tiga tahun lalu kejadiannya, tapi mengapa sekarang divirakan, tentu kita pertanyakan ini, apa motif, apa grand design. Jangan jangan ada muatan politik tertentu," imbuh Abdul Amin.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Juga Dilaporkan ke Polda Metro Jaya 

Untuk itu, dia meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut siapa pelaku yang sengaja memviralkan video kajian UAS di salah Masjid di Pekanbaru itu. Dia meminta agar tidak ada pecah belah antarumat beragama.

"Bukan UAS yang malah dikejar. Kita minta polisi mengusut siapa pertama yang menyebarkan video itu hingga jadi viral. Kita percaya polisi bisa mencari siapa pelaku yang memviralkannya biar jangan ada keresahan," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini