nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota DPRD Makassar Terpilih Rahmat Taqwa Sudah 6 Bulan Konsumsi Sabu

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 18:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 609 2094438 anggota-dprd-makassar-terpilih-rahmat-taqwa-sudah-6-bulan-konsumsi-sabu-SCqDp0w7CH.jpg Rahmat Taqwa Qurais, anggota DPRD Makassar terpilih tertangkap nyabu (Foto: Herman Amiruddin)

MAKASSAR - Rahmat Taqwa Qurais, calon anggota legislatif terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) II Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Makassar sudah enam bulan mengonsumsi sabu.

Hal itu terungkap setelah Rahmat ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar di kamar rumahnya di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar sekira pukul 00.30 Wita Selasa (20/8/2019).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pelaku terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Hal itu berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan penyidik kepolisian.

"Caleg salah satu terpilih inisial RT untuk menggunakan kurang lebih 6 bulan hasil tes urine dia positif. Ini ada barang yang digunakan. Jadi, tadi saya sampaikan 114 atau 112 ancaman 4 sampai 20 tahun penjara," kata Wahyu saat merilis kasus tersebut.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Terpilih Ditangkap Polisi karena Konsumsi Sabu 

Anggota DPRD Makassar ditangkap

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika menambahkan, pelaku saat ditangkap di kamar rumahnya di lantai 3. Di kamar itu, ditemukan barang bukti yang dikuasainya.

"Dalam sehari mengonsumsi sabu dengan berat 1 hingga 1,5 gram per harinya. Dan itu berlangsung sudah enam bulan. Nah, kami menduga jika Rahmat sudah kecanduan (ketergantungan)," kata Diari.

Mengenai statusnya dalam kasus ini, kata Diari, masih diduga selaku pengguna. Tapi kasus ini masih dikmbangkan dengan melakukan penyelidikannya dan masih didalami oleh penyidik.

"Kita masih dalami lagi keterlibatan RT dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk saat ini berstatus pengguna (konsumsi). Dan kami berkoordinasi dengan pihak BNN dan Dokter Forensik untuk proses penyelidikan," tutur Diari.

Atas perbuatan Rahmat diancam pidana penjara minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara berdasarkan dikenakan Pasal 114 atau 112 ancaman hukuman empat sampai 20 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini