nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Polisi Hong Kong Terekam Kamera Pukuli Seorang Tersangka di Rumah Sakit

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 13:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 18 2094738 dua-polisi-hong-kong-terekam-kamera-pukuli-seorang-tersangka-di-rumah-sakit-aHZYvdt3xq.jpg Cuplikan dua polisi Hong Kong aniaya tersangka di rumah sakit. Foto/Twitter

HONG KONG - Dua petugas polisi ditangkap setelah sebuah video yang menunjukkan mereka menyerang seorang tersangka di sebuah rumah sakit viral.

Video yang diambil dari rekaman CCTV di Rumah Sakit Distrik Utara pada Juni 2019, menunjukkan dua petugas berseragam berulang kali memukuli seorang pria di selangkangan dan perut.

South China Morning Post melaporkan, pria yang dipukuli polisi tersebut ditahan karena mabuk dan mengganggu ruang publik.

Tidak ada orang lain di ruangan itu. Petugas bergantian menyiksa pasien selama beberapa menit.

Baca juga: Kepolisian Hong Kong: Kami Tak Perlu Bantuan Beijing

Baca juga: China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk

Rumah Sakit Distrik Utara (NDH) mengkonfirmasi pada Selasa (20/8) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pria itu dikawal oleh polisi ketika ia tiba di Departemen Kecelakaan dan Gawat Darurat (A&E) rumah sakit pada 25 Juni.

Pihak rumah sakit menjelaskan pria itu dalam keadaan sulit dikendalikan menyebabkan gangguan kepada pasien lain. Akibatnya, ia dipindahkan ke ruangan lain.

Pengawasan rutin dilakukan dan tidak ada yang tidak biasa dicatat oleh staf klinis pada hari kejadian dilaporkan terjadi. Pihak rumah sakit menambahkan bahwa pasien tidak membuat keluhan selama dirawat.

Pada 27 Juni, rumah sakit menerima penyelidikan dari seorang anggota dewan tentang pasien yang dirawat secara tidak tepat oleh polisi di sebuah ruangan.

Minggu berikutnya, anggota dewan menerima salinan rekaman CCTV.

"Rumah sakit merilis rekaman pada 12 Agustus sesuai dengan Undang-undang Data Pribadi (Privasi) dan kode praktik yang relevan dengan Otoritas Rumah Sakit," demikian pernyataan rumah sakit tersebut mengutip Channel News Asia.

Kepala Inspektur John Tse Chun-chung menegaskan bahwa perilaku petugas yang menganiaya tersangka adalah melanggar hukum.

“Polisi tidak akan mentolerir penyerangan ilegal atau penganiayaan terhadap siapa pun oleh petugas polisi," katanya.

Dia berjanji akan melakukan penyelidikan, independen, serta bersikeras agar "Petugas polisi tidak pernah diizinkan untuk menggunakan kekerasan untuk kepentingan mereka sendiri."

"Polisi memprioritaskan untuk menyelidiki kasus ini, membawa semua yang terlibat ke pengadilan," kata Tse.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini