nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Jaksa Kejari Solo Sepi Usai Diburu KPK, Ini Kata Warga

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 14:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 512 2094768 rumah-jaksa-kejari-solo-sepi-usai-diburu-kpk-ini-kata-warga-cgJr0OBdQ1.jpg Rumah Jaksa Kejari Solo, Satriawan yang Kini Sedang Diburu KPK (foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Warga RT 03/02 Dusun Tanon Lor, Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah mengaku terkejut mendengar kabar Satriawan yang berprofesi sebagai Jaksa di Kejaksaan Negeri Solo, menjadi buruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK memburu Satriawan setelah adanya keterlibatan yang bersangkutan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Yogyakarta. Bahkan, Satriawan sudah ditetapkan sebagai tersangka suap proyek infrastruktur dan diminta KPK untuk menyerahkan diri.

Baca Juga: KPK Ultimatum Jaksa Kejari Solo Menyerahkan Diri 

Ketua RT 03 Sardjo Handojo (80) mengaku dirinya sempat menjalankan salat berjamaah bersama-sama dengan Satriawan, pada 19 Agustus 2019 malam.

"Ya jelas kaget, lah pas salat Maghrib masih sama-sama di masjid dekat rumah. Kok ini tahu-tahu lagi dicari KPK. Memang setelah itu tidak ketemu lagi. Tapi mobil masih ada," ujar Sardjo saat ditemui Okezone, Rabu (21/8/2019).

Ketua RT03/02 Dusun Tanon Lor, Desa Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sardjo Handojo (foto: Bramantyo/Okezone)	 

Menurut Sardjo, sejak pindah ke dusun Tanon Lor, pada Februari 2016, sosok Satriawan dikenal warga suka bersosialisasi dan bermasyarakat. Meskipun Satriawan seorang jaksa, namun tidak pernah menjaga jarak dengan warga. Bahkan, bila ada kerja bakti di kampung, Satriawan selalu ikut.

"Aslinya orang Purwodadi, dan sebelum di sini dinas di Gorontalo. Di sini tinggal bersama dua anak dan istrinya. Baik banget orangnya, beliau mau kumpul sama warga. Kalau ada kerja bakti juga ikut. Pokoknya tidak pernah menonjolkan kalau dirinya itu seorang Jaksa," imbuhnya.

Sardjo menambahkan, meski diduga terlibat dalam rangkaian OTT KPK di Yogyakarta, keluarga Satriawan tidak pernah menutup diri. Seperti biasa, istrinya setiap pagi mengantarkan anaknya yang baru masuk sekolah dasar.

"Anak (Satriawan) itu ada dua. Satu, baru masuk sekolah SD. Dan satu lagi, baru umur dua tahun. Kalau pagi istrinya selalu mengantarkan ke sekolah. Tidak ada yang berubah, masih seperti saat Satriawan ada. Pagar pintu tertutup tapi pintu rumah terbuka," terangnya.

Baca Juga: Kronologi OTT Jaksa Yogyakarta dan Solo Terkait Suap Proyek Infrastruktur 

Satriawan Sulaksono dan Eka Safitra ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sebagai penerima gratifikasi. Satu orang tersangka lainnya yakni Dirut PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana.

Mereka terlibat untuk membantu Gabriella Yuan Ana, Direktur Utama PT. Manira Arta Mandiri untuk bisa memenangkan tender proyek infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta 2019 dengan pagu anggaran senilai Rp10,89 miliar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini