nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Sebut Tewasnya Santri di Mojokerto Akibat Tengkorak Kepala Pecah

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 11:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 22 519 2095159 polisi-sebut-tewasnya-santri-di-mojokerto-akibat-tengkorak-kepala-pecah-dmBW4JlDRm.jpg Ilustrasi Kasus Pembunuhan (foto: Shutterstock)

MOJOKERTO - Kematian Ari Rivaldo (16) santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum di Desa Awang-awang, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dipastikan akibat tengkorak kepalanya yang pecah.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno memastikan, berdasarkan hasil autopsi di RS Bhayangkara Porong, jasad Ari meninggal lantaran luka dalam di tulang tengkorak kepalanya.

Baca Juga: Dianiaya Senior, Seorang Santri di Mojokerto Tewas dengan Luka di Kepala 

"Hasil autopsi memang ada tengkorak belakang di kepalanya pecah, ini yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Setyo Koes, saat dihubungi Okezone, Kamis pagi (22/8/2019).

Jasad Ari Rivaldo (16) Santri Ponpes Mambaul Ulum di Kabupaten Mojokerto (foto: Avirista Midaada/Okezone)	 

Namun dirinya masih belum mau menjelaskan mengapa tengkorak kepala Ari Rivaldo bisa pecah. Kepolisian sendiri masih mendalami dugaan penganiayaan seorang santri oleh seniornya di Ponpes Mambaul Ulum, Mojosari, Mojokerto pada Senin 19 Agustus 2019 dini hari lalu.

"Kami masih dalami untuk mencari sebab meninggalnya korban. Kami sudah amankan selimut, kasur lantai, pakaian korban untuk diperiksa lebih lanjut," terangnya.

Sebelumnya, Ari Rivaldo (16) warga Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, meregang nyawa pada Senin dini hari 19 Agustus 2019. Ia bersama sejumlah teman santrinya diduga dianiaya oleh santri senior berinisial WN (17) asal Pacet, Mojokerto.

Baca Juga: Senior Pembunuh Taruna ATKP Makassar Divonis 10 Tahun Penjara 

Korban dan rekannya dianiaya akibat meninggalkan Ponpes tanpa izin untuk membeli makan. Namun alasan inilah yang tak diterima oleh santri senior, yang berujung dugaan membenturkan kepala korban ke tembok hingga berujung meregang nyawa.

Beberapa teman korban pun ikut menjadi korban dugaan penganiayaan sang santri seniornya, namun beruntung rekannya tak mengalami luka serius.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini