nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aniaya Junior hingga Tewas, Santri di Mojokerto Ditetapkan Tersangka

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 519 2095636 aniaya-junior-hingga-tewas-santri-di-mojokerto-ditetapkan-tersangka-6QpS8NkGCi.jpg Jasad santri Ponpes Mambaul Ulum, Mojokerto, dievakuasi. (Ist)

MOJOKERTO – WN (17) santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Mojokerto, yang melakukan penganiayaan kepada santri juniornya, ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery mengungkapkan, WN ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

"Kami telah menetapkan tersangka seorang pelaku anak. Dari pemeriksaan saksi dan prarekonstruksi seperti itu," ujar Solikhin kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

WN disangkakan melakukan penganiayaan dengan menendang kepala korban ke membentur dinding asrama Ponpes Mambaul Ulum. Hal ini menyebabkan Ari Rivaldo (16) santri asal Sepanjang, Sidoarjo, tewas.

"Dari prarekonstruksi korban ditendang dua kali sehingga kepalanya membentur tembok," ujarnya.

Akibat benturan ke tembok inilah, Ari Rivaldo mengalami pecah di tulang tengkoraknya yang berakibat hilangnya nyawa santri malang tersebut.

Ilustrasi (Shutterstock)

"WN dijerat Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara pada pasal 351 dan 12 tahun penjara pada pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak," tuturnya.

Sebelumnya, Ari Rivaldo (16) warga Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, meregang nyawa pada Senin dini hari 19 Agustus 2019. Ia bersama sejumlah teman santrinya diduga dianiaya oleh santri senior berinisial WN (17) asal Pacet, Mojokerto.


Baca Juga : Dianiaya Senior, Seorang Santri di Mojokerto Tewas dengan Luka di Kepala

Korban dan rekannya dianiaya akibat meninggalkan ponpes tanpa izin untuk membeli makan. Namun alasan inilah yang tak diterima oleh santri senior, yang berujung dugaan membenturkan kepala korban ke tembok hingga berujung meregang nyawa.

Beberapa teman korban ikut menjadi korban dugaan penganiayaan sang santri seniornya. Namun, teman korban tidak mengalami luka serius.


Baca Juga : Polisi Sebut Tewasnya Santri di Mojokerto Akibat Tengkorak Kepala Pecah

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini