nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemarau Panjang, Harimau Sumatera Turun Gunung ke Kebun Sawit

Demon Fajri, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 10:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 24 340 2096052 kemarau-panjang-harimau-sumatera-turun-gunung-ke-kebun-sawit-XM2ay6vAoL.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BENGKULU - Seekor harimau sumatera turun gunung ke areal perkebunan salah satu perkebunan tandan buah segar (TBS), atau sawit di desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Kemunculan raja hutan itu diduga untuk mencari sumber air di areal perkebunan TBS. Di mana saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Data yang dihimpun Okezone, penampakan harimau sumetara tersebut diketahui pertama kali oleh salah satu karyawan perusahaan TBS di wilayah tersebut, Yogi (30), warga Desa Air Melancar.

 Baca juga: Awas, Harimau Sumatera Berkeliaran di Kecamatan Muara Siau Jambi

Di mana kemunculan seekor harimau itu terlihat dari jarak jauh yang berkeliaran di kawasan perkebunan TBS. Diketahui harimau tersebut dalam kondisi tubuh kurus dan terlihat lemah.

Beruntung, berselang beberapa menit kemudian seekor harimau tersebut pergi keluar dari kawasan areal perkebunan TBS menuju ke areal perkebunan kopi milik warga Desa Batu Balai.

 harimau

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha (TU) balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Bengkulu, Suharno mengatakan, kemunculan harimau kemungkinan akibat musim kemarau. Sehingga harimau turun mencari sumber air di areal perkebunan sawit.

 Baca juga: Keluar Ladang Minyak Chevron, Harimau Sumatera Lompati Pagar 2 Meter

Selain itu, tambah Suharno, turunnya harimau ke areal perkebunan TBS belum ada memangsa ternak peliharaan masyarakat setempat.

Suharno juga mengatakan, penampakan harimau sumatera di areal perkebunan TBS salah satu perusahaan itu baru pertama kalinya terjadi, sejak perusahaan TBS tersebut berdiri dari tahun 2007 hingga sekarang.

''Sampai saat ini belum ada laporan masyarakat secara tertulis dan merasa terganggu. Kami meminta kepada pihak perkebunan untuk memantau dan segera dilapokan ke pihak KSDA apa bila masyarakat merasa terganggu,'' pungkas Suharno.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini