JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjhajanto, mengatakan TNI siap membuka dialog dengan kelompok pemberontak Papua yang dipimpin Egianus Kogoya, untuk menghentikan konflik dan menciptakan Papua yang lebih damai.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai menggelar tatap muka dengan Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Se-Kabupaten Mimika dan Wamena guna menyikapi perkembangan situasi Papua. bertempat di Rimba Papua Hotel, Timika Papua, Rabu (28/8/2019). Hal serupa juga disampaukan saat pertemuan dengan tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Biak dan Jayapura sehari sebelumnya pada Selasa 27 Agustus 2019.
“Saya ingin berdialog dengan kelompok Egianus Kogoya Cs," kata Panglima TNI.

Di samping itu, Hadi menyampaikan bahwa penebalan pasukan di Kabupaten Nduga dilakukan karena wilayah tersebut belum dinyatakan kondusif.
“Ada penambahan pasukan di Nduga untuk menyikapi peristiwa pembantaian 34 karyawan Istaka Karya yang sedang membangun jalan dan jembatan disana. Sebelumnya sudah ada peristiwa-peristiwa kekerasan tapi kita tak tambah pasukan, tapi kejadian pembantaian terhadap 34 karyawan Istaka Karya ini menghentakan kita semua, sehingga kita menambah pasukan untuk mengamankan daerah itu,” tuturnya.
Jika ada yang meminta agar pasukan ditarik kembali, Marsekal Hadi pun balik bertanya apakah ada yang bisa menjamin bahwa situasinya akan betul-betul aman dan Kelompok Kriminal Bersenjata di sana tidak melakukan kekerasan?
Baca Juga: Kadernya Jadi Tersangka Rasisme ke Mahasiswa Papua, Gerindra Dukung Proses Hukum
Baca Juga : Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah
Namun, keinginan Pemerintah yang disampaikan oleh Panglima TNI tersebut sepertinya tidak sejalan dengan kemauan Kelompok Bersenjata. Di mana kontak senjata terjadi di wilayah Deiyai, Papua, siang tadi.
Dalam kontak senjata tersebut, satu prajurit TNI AD dikabarkan gugur, sementara lima anggota Polri terluka. Aparat saat itu sedang mengamankan demonstrasi massa. Namun Kelompok Bersenjata yang menunggangi aksi massa justru menyerang aparat. Kelompok Bersenjata memanfaatkan unjuk rasa dan upaya pengamanan persuasif aparat untuk menyerang.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.