JAKARTA – Polri meluruskan isu ada enam orang sipil tewas dalam unjuk rasa di sekitar Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu 28 Agustus kemarin. Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, hanya dua warga sipil tewas saat demo anarkis itu.
"Korban sipil dua orang kena panah yang dilakukan oleh ribuan orang (saat demo)," kata Dedi saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (29/8/2019).
Dedi menyangkal kabar jika kedua warga sipil tewas terkena peluru aparat keamanan. Menurutnya kedua orang merenggang nyawa akibat kena panah yang dilepaskan dari massa.
Dedi menjelaskan, demo yang berujung rusuh itu awalnya berlangsung damai di halaman Kantor Bupati Deiyai, menuntut penindakan atas kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Demo di Manokwari, Papua Barat (Istimewa)
Kemudian massa lainnya datang sekira 1000-an orang dengan membawa panah, tombak dan parang. Mereka bergabung dengan massa di Kantor Bupati Deiyai. Aksi mulai memanas.
Baca juga: Polri Masih Dalami Kabar 6 Warga Tertembak saat Demo di Deiyai Papua
Massa menampilkan tari-tarian adat perang dan melempari aparat TNI-Polri yang mengamankan aksi tersebut.
Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah
"Akibat kejadian tersebut enam anggota TNI-Polri menjadi korban. Satu anggota TNI di antaranya meninggal dunia," kata Dedi.
Selain seorang prajurit TNI meninggal, lima polisi juga luka-luka terkena panah. Mereka sudah mendapatkan perawatan.
Saat ini, kata Dedi, situasi di Kabupaten Deiyai sudah aman dan kondusif. Bupati dan Forkopimda Deiyai sedang rapat untuk meredam massa agar tidak melakukan aksi anarkis lagi.
Adapun terkait dengan kerusuhan tersebut Dedi belum bisa memastikan apakah ada warga yang diamankan pasca aksi tersebut. "Belum dapat updatenya lagi dari Papua," tukasnya
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.