nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Kriminalisasi Ulama, Ratusan Umat Muslim di Riau Demo Bela UAS

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 30 340 2098687 tolak-kriminalisasi-ulama-ratusan-umat-muslim-di-riau-demo-bela-uas-xo2HehaOWW.jpg Aksi Bela Ustadz Abdul Somad (UAS) di Pekanbaru, Riau (foto: Okezone.com/Banda Harudin Tanjung)

PEKANBARU - Ratusan umat muslim di Pekanbaru Riau melakukan aksi turun ke jalan. Aksi dilakukan umat Islam sebagai bentuk penolakan upaya kriminalisasi ulama yang kini diarahkan ke dai kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS).

Ratusan jemaah yang tergabung dalam Forum Umat Islam Riau menilai bahwa video yang sengaja diviralkan yang berujung pelaporan terhadap penceramah yang akrab disapa UAS itu sebagai bentuk upaya kriminalisasi.

Baca Juga: Brigade Meo Serahkan Barang Bukti Video Dugaan Penistaan Simbol Agama oleh UAS 

Aksi Bela UAS di Pekanbaru, Riau (foto: Okezone.com/Banda Harudding Tanjung)

Aksi demo ini dipusatkan di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, depan Mapolda Riau. Sebelum menggelar aksi damai, ratusan umat Islam mengadakan long march dari Masjid An Nur Pekanbaru.

"Kita menentang upaya kriminalisasi ulama. Ulama adalah penerus nabi. UAS merupakan sosok penting dalam menjaga akidah umat muslim," ucap Khalid Tobing salah satu perwakilan dari masa aksi Jumat (30/8/2019).

Forum Umat Islam Riau menilai apa yang dilakukan pelaku yang memviralkan video yang sebenarnya terjadi pada 3 tahun adalah sebagai bentuk upaya untuk mengkriminalisasi ulama.

Khalid Tobing menjelaskan bahwa sebenarnya banyak yang dilakukan tokoh agama lain yang menjelek-jelekkan umat Islam. Sedangkan yang dilakukan UAS warga Pekanbaru, Riau yang diunggah dalam video merupakan suatu kajian Islam dalam memandang ajaran agama lain yang ada dalam Alquran.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah soal Salib 

Aksi Bela UAS di Pekanbaru, Riau (foto: Okezone.com/Banda Harudding Tanjung)

"Video yang diviralkan merupakan konsumsi umat Islam dan dilakukan di tempat tertutup. Banyak tokoh agama lain yang sebenarnya menjelekan islam, tapi tidak kita laporkan,"imbuhnya.

Aksi damai ini mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. Usai berorasi massa membubarkan diri.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini