Banyak Anggota DPR Terpilih dari Milenial, Pengamat: Hati-Hati Terjebak Korupsi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 02 September 2019 06:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 02 606 2099402 banyak-anggota-dpr-terpilih-dari-milenial-pengamat-hati-hati-terjebak-korupsi-rEqhKebRCB.jpg Pangi Syarwi Chaniago

JAKARTA - Anggota DPR RI periode 2019-2024 banyak diisi oleh wajah baru. Usia mereka pun terbilang banyak yang masih muda dan merupakan generasi milenial atau di bawah 30 tahun. Berdasarkan catatan KPU terdapat sepuluh caleg terpilih menjadi anggota muda di DPR.

Pendiri dan CEO Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengingatkan agar mereka yang baru terpilih untuk tidak tergoda dengan kurpsi. Menurutnya mereka harus hati-hati mengingat citra DPR yang erat dengan persoalan tersebut.

"Jangan sampai anggota DPR kita terjebak kasus korupsi, pembahasan budget harus penuh ke hati-hatian, sebab ini perangkap yang banyak menyendera anggota DPR," kata Pangi kepada Okezone, Senin (2/9/2019).

Pangi mengungkapkan, selama ini banyak sekali anggota DPR yang terjebak dalam kasus korupsi. Mereka bermain di wilayah anggaran, kuota impor sehingga hal itu harus diantisipasi.

"Alangkah baiknya anggota DPR kita fokus saja pada fungsi legislasi, bagaimana mampu menghasilkan undang-undang atau regulasi yang berkualitas sehingga punya dampak langsung dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

Ilustrasi

Pangi juga mengingatkan, agar anggota DPR baru nantinya tidak melupakan konstituennya di daerah. Menurutnya sudah sangat tepat apabila anggota terpilih rajin menemui pemilihnya di daerah jangan sampai hanya waktu tertentu baru ingat rakyat di dapil.

"Yang dirasakan masyarakat selama ini, menjelang pemilihan atau masa kampanye mendadak jadi orang baik jangan sampai berfikir masuk ke zonasi politik transaksional dan vote buying, tidak turun menemui konstituen dan masyarakat, berfikir pendek, singkat, nanti hari H main siram atau serangan fajar dengan money politics," paparnya.

"Jadi yang salah bukan rakyat, politisi londo ireng yang mengajarkan masyarakat harus menyelesaikan di depan, bukan main politik jangka panjang. Karena itu tadi mereka menyakini nanti kalau wakil rakyat mereka terpilih enggak bakal memikirkan nasib mereka, dilupakan. Jadi buat lah habitus politik yang baik, jaga fatsun politik sebagai politisi negarawan, menemui rakyat tidak hanya ketika butuh suaranya saja, tapi tetap konsisten turun menyapa, menyalami, menyerap aspirasi mereka," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini