nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Carrie Lam: Saya Tak Pernah Ajukan Pengunduran Diri ke Beijing

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 15:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 18 2100128 carrie-lam-saya-tak-pernah-ajukan-pengunduran-diri-ke-beijing-V7WA60IedV.jpg Pimpinan Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. (Foto: AFP)

HONG KONG – Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Selasa mengatakan bahwa dia tidak pernah meminta pemerintah China untuk mengizinkannya mengundurkan diri di tengah krisis politik yang melanda kota pulau itu. Hal itu disampaikan Lam menjawab laporan Reuters mengenai rekaman suara di mana dia mengatakan bahwa dia akan mundur jika dia dapat mengundurkan diri.

Menurut rekaman audio yang bocor, pekan lalu, Lam mengatakan pada para pemimpin bisnis bahwa dia telah menyebabkan “kekacauan yang tidak termaafkan” dengan memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang menyulut demonstrasi besar-besaran di Hong Kong. Dalam rekaman tersebut, Lam juga terdengar mengatakan bahwa jika memiliki pilihan, dia akan minta maaf dan mengundurkan diri.

BACA JUGA: Pemerintah Hong Kong Klaim Berhasil Atasi Protes yang Semakin Serius

Namun, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Selasa, Lam mengatakan bahwa dia tidak pernah mempertimbangkan mengajukan pengunduran diri dan bahwa Beijing percaya pemerintahannya dapat menyelesaikan krisis di Hong Kong, yang telah berlangsung selama tiga bulan, tanpa bantuan China.

“Saya bahkan belum memikirkan membahas pengunduran diri dengan pemerintah rakyat pusat. Pilihan pengunduran diri, itu pilihan saya sendiri, " kata Lam sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (3/9/2019).

"Saya mengatakan kepada diri saya berulang kali dalam tiga bulan terakhir bahwa saya dan tim saya harus tetap membantu Hong Kong... Itu sebabnya saya mengatakan bahwa saya belum memberi diri saya pilihan untuk mengambil jalan yang lebih mudah dan itu adalah pergi."

Lam menambahkan bahwa dia kecewa bahwa komentar yang dibuat dalam pertemuan pribadi, di mana dia telah berbagi "perjalanan hatinya", telah bocor.

Komentarnya dalam laporan Reuters pekan lalu tampaknya disensor di media sosial China daratan, meskipun media pemerintah juga meliput konferensi pers Lam.

BACA JUGA: Polisi Hong Kong Terekam Kejar dan Pukuli Demonstran Dalam Kereta

Dalam rekaman audio itu, Lam mengatakan bahwa kemampuannya untuk menyelesaikan krisis "sangat, sangat terbatas" karena ia harus melayani "dua tuan" dan masalah ini telah diangkat "ke tingkat nasional", merujuk pada kepemimpinan di Beijing .

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini