nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Israel Janji Akan Caplok Wilayah Tepi Barat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 15:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 11 18 2103466 pm-israel-janji-akan-caplok-wilayah-tepi-barat-wn1j5QMFIq.JPG Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto/NBC News)

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat jika telah kembali bekerja.

Dia akan menerapkan kedaulatan Israel atas Lembah Yordan dan Laut Mati utara, sebuah kebijakan yang pasti akan didukung oleh partai-partai sayap kanan.

"Ada satu tempat di mana kita dapat menerapkan kedaulatan Israel segera," kata Netanyahu mengutip BBC, Rabu (11/9).

"Jika saya menerima mandat dari masyarakat Israel, saya akan mengumumkan niat saya untuk membentuk pemerintahan selanjutnya demi kedaulatan Israel atas Lembah Jordan dan Laut Mati utara."

Foto/BBC

Palestina mengklaim seluruh Tepi Barat sebagai negara merdeka. Namun Netanyahu menegaskan Israel akan selalu mempertahankan wilayah Lembah Jordan untuk tujuan keamanan.

Netanyahu juga mengatakan dia akan mencaplok semua permukiman Yahudi di Tepi Barat, tetapi akan menunggu Presiden AS Donald Trump untuk perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Permukiman di Golan Israel Diberi Nama Trump

Baca juga: Indonesia Kecam Tindakan Israel yang Hancurkan Perumahan Warga Palestina di Sur Bahir

Diplomat Palestina Saeb Erekat mengatakan langkah pencaplokan seperti itu akan mengubur peluang perdamaian.

"Kita perlu mengakhiri konflik dan tidak menyimpannya untuk 100 tahun lagi, seperti yang direncanakan Netanyahu. Perlu diingat pencaplokan di bawah hukum internasional adalah kejahatan perang," cuitnya.

Israel telah menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur, Gaza dan Dataran Tinggi Golan Suriah, dalam perang Timur Tengah 1967.

Israel menduduki Tepi Barat, secara efektif menganeksasi Yerusalem Timur pada tahun 1980, dan Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981, meskipun tidak ada langkah yang diterima secara internasional selama beberapa dekade.

Dalam sebuah pernyataan sebelum janji terbaru diumumkan, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut Netanyahu sebagai "perusak utama proses perdamaian".

Pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa Netanyahu "tidak hanya menghancurkan solusi dua negara, dia juga menghancurkan semua peluang perdamaian.”

Solusi dua negara telah lama menjadi dasar negosiasi damai tetapi Trump belum mengindikasikan apakah akan diadvokasi dalam rencananya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini