nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabut Asap Tebal Membuat Jamaah Haji Asal Kalbar Mendarat di Bandara Soetta

Dina Prihatini, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 14:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 15 340 2105084 kabut-asap-tebal-bikin-jamaah-haji-asal-kalbar-mendarat-bandara-soetta-oeqxNK9jGp.jpg Jamaah haji pulang ke Indonesia (Foto: Kemenhub)

PONTIANAK - Rombongan jamaah haji terakhir asal Kalimantan Barat terpaksa mendarat di Bandara Soekarno Hatta karena kabut asap akibat kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di Kota Pontianak semakin mengkhawatirkan.

Sebanyak 88 jamaah yang ada di Kalbar dari 14 Kabupaten/Kota terpaksa mendarat di Bandara Soekarno-Hatta atau Soetta karena sepanjang perjalanan dari Batam yang diperkirakan tiba di Bandara Supadio Kubu Raya pukul 10.25 WIB, tidak bisa mendarat lantaran jarak padang mencapai 500 meter. Akhirnya diputuskan mendarat di Jakarta.

Ilustrasi koper jamaah haji

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat, Mahmudah mengatakan bahwa pesawat telah berputar sebanyak 8 kali namun karena jarak pandang mencapai 500 meter maka dengan sangat terpaksa para jamaah haji mendarat di Bandara Soeta.

"Setelah berputar sebanyak 8 kali maka dengan sangat terpaksa harus kembali meski tidak kembali ke Batam namun dibawa dulu ke Jakarta," ungkapnya kepada Okezone, Sabtu (15/9/2019).

Menurutnya, jajarannya terus berupaya bersama pihak Maskapai Sriwijaya untuk menurunkan jamaah haji asal Kalbar ke Bandara Supadio namun karena cuaca asap yang tebal pada akhirnya keputusan mendarat di Jakarta adalah pilihan terakhir.

"Kami terus berkoordinasi kapan jamaah akan dapat diterbangkan kembali ke Pontianak, walaupun malam akan diterbangkan. Tergantung kondisi cuaca asap," jelasnya.

Baca Juga : Atasi Karhutla Riau, TNI Tambah Pesawat untuk Lakukan Hujan Buatan

Sementara, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kepada Okezone jika melihat kondisi cuaca asap pekat seperti ini maka libur sekolah diperpanjang dua Hari. "Iya liburnya nambah dua Hari sampai Selasa," tuturnya.

Seperti yang dilansir melalui BMKG Kelas I Supadio, cuaca per 15 September jarak pandang mencapai 500 meter diakibatkan asap tebal dengan suhu udara 30,0, kecepatan angin 3knot dan arah angin ke Selatan. (aky)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini