nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran Lahan TPA Makassar, Asap Tebal Membumbung ke Udara

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 17:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 15 340 2105129 kebakaran-lahan-tpa-makassar-asap-tebal-membumbung-ke-udara-scwL0fTEpj.jpg Kebakaran lahan sampah di Makassar asapnya membumbung tinggi di udara (Foto: Okezone/Herman)

MAKASSAR - Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Antang, Makassar terbakar di Jalan Tamangapa Makassar. Kebakaran hebat ini menimbulkan asap hitam tebal hingga membumbung tinggi ke udara.

Petugas pemadam kebakaran dari Kota Makassar pun dikerahkan memadamkan api yang membakar sampah. Petugas pemadam kebakaran tampak berusaha naik ke tumpukan sampah untuk menjangkau titik sumber api.

Akibat kebakaran ini sejumlah warga yang bermukim di sekitar TPA terganggu asap hitam pekat yang dibawa oleh angin

Asap akibat kebakaran sampah di Makassar membumbung di udara (Foto: Okezone/Herman)

Seorang warga bernama Harist Daeng Liwang mengatakan kebakaran terjadi sejak siang tadi. Hingga sore ini api masih membakar lahan tempat pembuagan sampah. Meski petugas pemadam kebakaran telah tiba di lokasi kebakaran.

"TPA Antang terbakar asapnya sampai ke rumah-rumah warga Antang yang bermukim sekitar sini. Api masih terbakar. Asapnya masih menyebar kerumah warga," kata Harist kepada Okezone, Minggu (15/9/2019).

Selain itu, tebalnya asap hingga ke udara membuat pesawat terbang yang melintas di atas udara menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar terganggu.

Belum ada komentar dari pihak otoritas bandara mengenai ini, namun jarak pandang sang pilot kemungkinan dapat terganggu lantaran asap tebal.

Baca Juga : Kebakaran Hutan Diperkirakan Terjadi sampai Akhir Oktober 2019

Saat ini petugas pemadam kebakaran masih berusaha medamkan api. Sebanyak 11 unit armada pemadam kebakaran silih berganti memasuki TPA Antanf Makassar. Mereka memadamkan api di lokasi tumpukan sampah.

Hingga saat ini belum diketahui, penyebab kebakaran, namun dugaan warga setempat kemungkinan disebabkan musim kemarau saat ini terjadi dan kemungkinan sisa pembakaran sampah yang terbawa angin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini