nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

245 'Rumah Oksigen' Disiagakan untuk Warga Kalbar yang Dikepung Asap

Dina Prihatini, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 14:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 340 2105922 245-rumah-oksigen-disiagkan-untuk-warga-kalbar-yang-dikepung-asap-teecuR5ECH.jpg Ilustrasi Kabut Asap (Foto: Okezone)

PONTIANAK - Asap pekat masih menyelimuti Kalimantan Barat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Kalbar selain membagikan 80 ribu masker kepada masyarakat. Selain itu, 245 rumah oksigen juga disiagakan menampung seluruh korban akibat kepungan asap yang semakin hari semakin pekat.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengakui jika Kalbar menyiapkan rumah oksigen bagi seluruh masyarakat yang mengidap ISPA (infeksi saluran pernafasan akut).

"Rumah oksigen disiapkan bagi para penderita ISPA terutama mereka yang mengidap asma, kasian mereka harus menderita karena asap," ungkapnya kepada Okezone di ruang kerjanya, Selasa (17/9/2019).

Ilustrasi kabut asap

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison menjelaskan, 245 rumah oksigen terdiri dari seluruh puskesmas yang ada di Kalbar sebanyak 244 dan 1 yang disediakan di Kota Pontianak.

"Puskesmas se-Kalbar itu ada 244 Puskesmas, 1 rumah oksigen oleh Dinkes Kota jadi jumlah keseluruhan mencapai 245 rumah oksigen," tuturnya.

Baca Juga : 100 Kios dan Rumah Warga di Asmat Papua Ludes Terbakar

Baca Juga : Soal Karhutla Riau, Mendagri Ngaku Turut "Disentil" Jokowi

Dijelaskannya setiap puskesmas di Kalbar maupun rumah sakit milik pemerintah sudah diperintahkan untuk menyiapkan oksigen di unit gawat darurat maupun instalasi rawat inap. "Terutama untuk pelayanan darurat bagi pasien yang terkena dampak asap," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyebut, ada tujuh lokasi yang ditunjuk sebagai rumah oksigen, yakni Dinkes Kota Pontianak, Puskesmas Gang Sehat, Puskesmas Alianyang, Puskesmas Perumnas I, Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Siantan Hilir.

Ia menerangkan, tujuan rumah oksigen ini adalah sebagai pertolongan pertama apabila ada warga yang mengalami sesak nafas. Rumah oksigen itu disediakan Nebulizer.

"Bilamana ada yang mengalami sesak nafas yang diakibatkan asma dampak dari asap, silakan dibawa ke rumah oksigen yang ada di layanan kesehatan yang ditunjuk tersebut," urainya.

Apabila kondisi pasien semakin parah sesak nafasnya, lanjut Sidiq, maka segera dibawa fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau rumah sakit terdekat. "Jadi rumah oksigen itu disediakan sebagai pertolongan pertama," terangnya.

Sidiq menambahkan kalau melihat kondisi udara terkini memang sudah dalam kondisi tidak sehat. Untuk itu pihaknya mengantisipasi bilamana kondisi tersebut terus berlanjut. Sebab dikuatirkan tidak turun hujan. Kalau kondisi ini berlangsung lama, dipastikan kesehatan masyarakat akan terdampak. "Kita semua berdoa mudah-mudahan segera turun hujan agar kondisi udara di Pontianak berangsur normal kembali," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini