nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tampung Zakir Naik di Malaysia, Mahathir: Tidak Ada Negara yang Mau Menerimanya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 15:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 18 2106836 tampung-zakir-naik-di-malaysia-mahathir-tidak-ada-negara-yang-mau-menerimanya-lJAyFXBy6W.jpg Zakir Naik saat konferensi pers. (Foto/Reuters)

PETALING JAYA – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad megaranya akan menjadi rumah bagi penceramah Zakin Naik karena tidak ada negara yang menginginkan dia.

"Kami berusaha menemukan tempat di mana ia dapat pergi, tetapi saat ini tidak ada yang mau menerimanya," kata Mahathir mengutip The Star, Kamis (19/9/2019).

Mahathir mengatakan bahkan negara Zakir, India, tidak memintanya untuk dikirim kembali.

“India belum mau. Saya telah bertemu dengan (Perdana Menteri India Narenda) Modi. Dia tidak meminta saya untuk mengirim kembali pria ini. Pria ini juga bisa merepotkan bagi India,” katanya.

Baca juga: Penceramah Zakir Naik Minta Maaf pada Warga Malaysia Terkait Pernyataan Rasis

Baca juga: Malaysia Larang Pengkhotbah Zakir Naik Berceramah di Kegiatan Publik

Mahathir mengakui Zakir melanggar kriteria status Penduduk Permanennya dengan membuat komentar tentang politik dan sistem negara itu.

Foto/Reuters

Dia mengatakan "itu rumit" ketika ditanya mengapa tidak ada tindakan yang diambil terhadap Zakir atas pernyataan rasialnya yang dibuat di Malaysia baru-baru ini.

“Saya khawatir dia [Zakir] berbicara dalam bahasa Inggris dan penonton, sementara kebanyakan dari mereka tidak bisa berbicara bahasa Inggris, mereka berpikir bahwa pria ini adalah pejuang yang hebat dan mereka menyukainya.”

“Ketika kita mengambil tindakan apa pun terhadapnya, itu berarti kita melawan kelompok itu. Di Malaysia, Anda harus sangat berhati-hati tentang cara Anda menghadapi hal ini,” katanya.

Zakir Naik dalam suatu ceramahnya dengan meminta warga China Malaysia untuk "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" di negara itu.

Kepolisian Malaysia telah tiga kali melakukan pemeriksaan terhadap Naik terkait pernyataannya dan melarangnya memberikan ceramah di aktivitas publik untuk menghindari ketegangan. Pada Selasa, Naik menyampaikan permintaan maaf kepada publik Malaysia atas penyataan yang dia anggap dikutip di luar konteks.

Dr. Zakir Naik yang telah tinggal selama tiga tahun di Malaysia memegang status penduduk yang diberikan oleh pemerintahan koalisi Barisan Nasional sebelumnya. Dia diburu di negara asalnya India atas tuduhan melakukan pencucian uang dan menghasut kekerasan dengan ujaran kebencian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini