nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Bebas dari Penjara, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

Jum'at 20 September 2019 03:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 244 2107071 baru-bebas-dari-penjara-pria-ini-nekat-jadi-kurir-sabu-vxC9bGLfgJ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BANGLI - Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli meringkus kurir narkoba, I Gede Satria Randi Irawan (26), pria pengangguran yang tinggal di Buleleng, ditangkap di depan sebuah pos kamling di Desa Demulih, Susut. Ia berdalih menjadi kurir narkoba lantaran tak punya pekerjaan setelah keluar dari penjara.

Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra mengungkapkan, dari hasil penggeledahan Satria, pihaknya berhasil mengamankan satu buah plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 1,20 gram bruto atau 0,98 gram netto.

Petugas juga mengamankan beberapa barang milik pelaku berupa plaster bening, satu buah dabeltif kecil, satu buah kulit rokok, sepeda motor DK 5550 UAT lengkap dengan STNK dan kunci, serta sebuah handphone.

“Pelaku dan barang bukti kami amankan ke Mapolres guna proses lebih lanjut,” terangnya, seperti dilansir dari Balipost.com, Kamis (19/9/2019).

 Penangkapan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Satria diketahui merupakan kurir narkoba sekaligus pengguna barang terlarang tersebut. Pelaku yang merupakan residivis kasus curanmor itu mengaku menjadi kurir narkoba sejak dua bulan terakhir untuk wilayah Singaraja, Karangasem, dan Bangli. Dia nekat menjadi kurir lantaran tidak punya pekerjaan setelah lima bulan bebas dari lembaga pemasyakatan.

“Dia biasa membawanya sesuai perintah dari seseorang di Singaraja. Sekali bawakan barang dia mengaku dapat Rp 500 ribu,” ungkap Iptu Sudiarna.

Pelaku melanggar Pasal primer 114 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Pelaku juga melanggar pasal subsider 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika jenis sabu-sabu dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp 800 juta, dan paling banyak Rp 8 miliar.

Iptu Sudiarna kembali mengimbau masyarakat utamanya generasi milenial untuk menghindari narkoba.

“Tidak ada untungnya mengkonsumsi apalagi mengedarkan narkoba. Ikuti kegiatan positif yang dapat menjauhkan diri anda dari narkoba,” imbuhnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini