JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah prihatin atas tindakan anarkis massa yang membakar sepeda motor milik reporter Okezone, Puteranegara Batubara saat meliput unjuk rasa pelajar di luar Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 25 September 2019.
"Ikut prihatin, saya minta kekerasan dihentikan," kata Fahri saat dihubungi Okezone, Kamis (26/9/2019).
Fahri berujar, kerja pers pada dasarnya ditujukan untuk perbaikan negara. Karena itu dirinya meminta semua pihak menghormati tugas pekerja media dengan tidak mengorbankannya.
"Jangan korbankan wartawan yang juga berjuang untuk perbaikan negara," ucapnya.

Fahri meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran alat kerja pekerja media. Sejurus dengan itu, ia juga meminta polisi bisa mengungkap motif dari perbutan para pelaku.
"Aparat harus mencari apa yang menjadi alasan (pelaku membakar motor wartawan)," tegas Fahri.
Sepeda motor yang dibakar itu jenis Honda Supra X-125 bernomor polisi B 3933 BWV itu selama ini menjadi tunggangan Puteranegara dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya. Puteranegara awalnya mendapat tugas liputan dari kantor redaksi untuk meliput di sekitar DPR-MPR sekaligus memantau kondisi terkini pasca-demo rusuh, pada Selasa 24 September.

Dengan mengendarai motor tersebut, dia meluncur ke DPR. Setiba di Jalan Tentara Pelajar di luar DPR, Puteranegara terjebak karena saat itu massa menamakan diri #STMMelawan yang berdemonstrasi sudah mulai anarki dengan melempar batu dan pecahan botol ke arah DPR dan polisi. Polisi membalas lemparan massa dengan tembakan gas air mata.
Polisi sudah membarikade jalan dan akses ke DPR karena massa berupaya masuk ke sana. Puteranegara akhirnya terpaksa memarkirkan motornya di depan pintu masuk Gedung DPR khusus pejalan kaki lalu berupaya masuk ke kompleks Parlemen untuk menyelamatkan diri.
Dia sempat berupaya memasukkan motornya ke kompleks DPR, namun petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR-MPR melarangnya.
Massa saat itu sudah mulai beringas. Selain melempari polisi, mereka juga merusak barang-barang di lokasi. Sepeda motor milik Puteranegara diseret lalu dibakar bersama dua motor lainnya.