Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Polisi Tembak Istri, Kompolnas: Pemegang Senpi Harus Jalani Psikotes

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 07 Oktober 2019 |09:21 WIB
Kasus Polisi Tembak Istri, Kompolnas: Pemegang Senpi Harus Jalani Psikotes
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

Poengky menambahkan, tugas polisi memang berat, apalagi kesejahteraan untuk bintara dan tamtama diklaimnya masih belum memadai. "Mungkin juga masih ada permasalahan lain yang belum diketahui. Sehingga pimpinan diharapkan tanggap dan mengayomi bawahan," katanya.

Lebih lanjut, Poengky menegaskan program psikotes berkala untuk anggota polisi yang memegang senpi memiliki dampak besar. Karena itu program tersebut harus terus diadakan. "Program psikotes jelas berdampak besar. Jika tidak ada psikotes maka izin menembak tidak bisa diberikan," tegas dia.

Diwartakan sebelumnya, aksi bunuh diri dilakukan polisi bernama Aiptu Pariadi. Sebelum menembak kepalanya sendiri, Aiptu Pariadi terlebih dahulu menembak istrinya yang tengah menonton televisi.

Tak tanggung-tanggung, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) itu menembak istrinya sebanyak dua kali di bagian kepala hingga tewas bersimbah darah. Penembakkan itu dipicu kekesalan Aiptu Pariadi terhadap sang istri. Keduanya diketahui terlibat cekcok sebelum aksi penembakan.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement