nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Hujan Batu" di Purwakarta, Kapolres Janji Proses Hukum jika Perusahaan Terbukti Lalai

Kamis 10 Oktober 2019 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 09 525 2114981 hujan-batu-di-purwakarta-kapolres-janji-proses-hukum-jika-perusahaan-terbukti-lalai-R7El9DQj6V.JPG Rumah warga Purwakarta rusak tertimpa batu besar (Foto: iNews.id/Irwan)

PURWAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki peristiwa "hujan batu" yang merusak tujuh rumah dan sebuah madrasah di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamluya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Hingga kini, batu-batu besar yang menimpa rumah warga belum juga dievakuasi. Bongkahan batu sebesar gubuk juga masih teronggok di rumah warga. Begitu juga rumah yang tertimpa batu belum diperbaiki, bahkan masih terpasang garis polisi. Para pemilik rumah yang rusak masih mengungsi di rumah kerabatnya.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengklaim sudah membentuk tim unit Tipiter untuk menyelidiki kasus hujan batu tersebut apakah ada unsur kelalaian atau kesalahan prosedur dalam blasting.

“Hasil penyelidikan sementara, blasting ini dari sisi gunung sebelah. Namun dampaknya batu-batu yang dekat perukiman bergetar dan berjatuhan ke bawah. Kami sudah membentuk unit tipiter apakah ada pelanggaraan SOP atau ada unsur kelalaian. Kalau ada unsur kelalaian, kita lakukan penegakan hukum,” katanya, mengutip dari iNews.id, Rabu (9/10/2019).

Selain menyelidiki kasus itu, kata dia, Polres Purwakarta juga menjembatani dan mempertemukan masyarakat terutama korban hujan batu dengan pihak PT MSS.

Rumah Tertimpa Batu Besar

Dalam pertemuan itu, warga menuding PT MSS lalai dalam melakukan aktivitas penambangan batu. Namun hal itu dibantah perusahaan tersebut. Warga juga meminta agar rumah-rumah yang rusak segera diperbaiki.

Direktur Teknik PT MSS, Bambang Yudaka mengatakan, hujan batu yang menimpa perkampungan warga tersebut sebagai musibah. Dia juga membantah ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) blasting dalam peledakan batu.

“Kita sudah sesuai SOP. Yang kita tembak itu bukan lereng, tapi mungkin karena ini musm kemarau sehingga tanah atau batu di bawah lepas kena getaran,” katanya.

Terkait dugaan adanya kelalaian dalam blasting, Bambang mengatakan, hal itu harus menunggu kajian dari departemen pertambangan yang akan melakukan penelitian.

“Kita tunggu hasil dari departemen pertambangan ya. Soal rumah warga, itu sudah pasti akan kita perbaiki nanti,” ucap dia.

Hujan batu besar dari Gunung Miun ke perkampungan warga ini terjadi pada Selasa siang. Sebanyak tujuh rumah warga dan sebuah madrasah rusak akibat tertimpa batu-batu besar. Dari ketujuh rumah itu, dua di antaranya rusak parah dan sebagian rumahnya rata dengan tanah. Selain merusak rumah, hujan batu ini juga merusak jelanan kampung dan menumbangkan sejumlah pohon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini